Category Archives: Keterangan Obat

DOMPERIDON

Domperidon adalah antagonis dopamin yang bekerja selektif pada reseptor D2 secara periferal. Domperidon memiliki efek antiemetik yang hampir sama dengan metoclopramide. Efek antiemetik donperidon ini merupakan hasil kombinasi efek periveral (gastrokinetik) dengan antagonis terhadap reseptor dopamin di triger zone khemoreseptor yang terletak diluar Sawar darah otak di area postrema. Pemberian domperidone per oral dapat menambah lamanya kontraksiU antral dan duodenum, meningkatkan pengosongan lambung dan menambah tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah pada orang sehat. Continue reading

Advertisements

DOKSISIKLIN

NAMA DAGANG : Dohixat, dotur, doxacin, doxicor, dumoxin, interdoxin, siclidon, vibramycin, dll

Doksisiklin adalah tetrasiklin dan antibiotik spectrum luas untuk keadaan disebabkan oleh klamidia, riketsia, brucela dan spirokaeta, Borrelia burgdorferi 9penyakit lyme). Lebih disarankan dibandingkan tetrasiklin karena farmakokinetik yang lebih baik daripada tetrasiklin. Doksisiklin terdeposisi pada tulang yang tumbuh dan gigi menyebabkan pewarnaan dan terkadang hipoplasia dental. Sebaiknya tidak diberikan pada anak di bawah 8 tahun atau perempuan hamil; pada beberapa negara penggunaan pada anak di bawah 12 tahun dikontraindikasikan.

INDIKASI : Suplemen terhadap kina atau artesunat pada pengobatan malaria p. falsiparum resisten berbagai obat (MDR); profilaksis jangka pendek MDR malria p.falsiparum; infeksi bakteri

KONTRAINDIKASI :

Kehamilan; anak di bawah 8 tahun; porfiria; lupus eritematosus sistemik Continue reading

DORIPENEM

INDIKASI : Pneumonia karena rumah sakit; infeksi rongga dalam perut dengan komplikasi; infeksi saluran kemih dengan komplikasi

Perhatian : Sensitifitas terhadap antibakteri golongan beta laktam (hindari jika terdapat riwayat reaksi hipersensitifitas cepat); gangguan ginjal; kehamilan; menyusui

Kehamilan : Hindari kecuali sangat penting- tidak ada informasi yang tersedia.

Menyusui : Penggunaan hanya jika manfaat melebihi risiko, terdapat di ASI pada penelitian pada binatang coba.

DOSIS : Melalui infus intravena, DEWASA lebih dari 18 tahun, 500 mg setiap 8 jam; maksimal durasi pengobatan 14 hari.

EFEK SAMPING : mual, diare; sakit kepala; flebitis; pruritus, ruam; jarang : colitis karena antibiotik; juga dilaporkan neutropenia.

SEDIAAN : vial 500 mg.

INTERAKSI :

  • Antiepilepsi : doripenem mungkin mengurangi konsentrasi valproat dalam darah.
  • Estrogen : antibakteri yang tidak memicu enzim hati mungkin mengurangi efek kontrasepsi estrogen (risiko kemungkinan kecil).
  • Probenesid : pengeluaran doripenem dikurangi oleh probenesid (pabrik menyarankan untuk menghindari penggunaan bersamaan).
  • Vaksin : doripenem menginaktifkan vaksin oral typhoid