Author Archives: Yayan_Akhyar

Akhirnya, Saya Sekolah Lagi …

Alhamdulillah …

Saya resmi disumpah sebagai seorang Dokter Umum pada bulan juni 2010 dari Universitas Riau (UNRI), dan kemudian diharuskan mengikuti Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (KKS JiwaUKDI) pada bulan September sebagai pra-sarat mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang notabene wajib dipunyai seorang dokter untuk dapat mengurus SIP dan melakukan/ memberikan pelayanan Kedokteran kepada masyarakat. Saat itu saya mengambil ujian di Lokasi Universitas Andalas (Unand), dan Alhamdulillah saya lulus dan termasuk dalam 10 besar ranking dari lebih kurang 400 dokter yang ikut saat itu. Continue reading

Advertisements

PLEKSUS KIESSELBACH / LITTLE’S AREA

Kurang lebih dari 90 % kejadian kasus epitaksis (mimisan) terjadi akibat perdarahan di bagian anterior (depan) hidung, yaitu tempat adanya plexus Kiesselbach atau sering disebut Littles area di septum nasal. Plexus Kiesselbach anastomosis (gabungan) dari beberapa pembuluh darah arteri, yaitu arteri Sfenopalatina, arteri Palatina Mayor, arteri etmoidalis anterior, dan arteri Labialis Superior yang terletak pada bagian anterior septum.

Belibis A-17 - Pleksus Kiesselbach

Gambar. Anastomosis arteri yang membentuk Pleksus Kiesselbach

Daerah ini penting untuk diketahui khususnya untuk penanganan kasus Epitaksis (mimisan), karena epitaksis anterior sangat sering mengenai daerah ini. Epitaksis anterior lebih mudah terlihat dbandingkan dengan epitaksis posterior. Batas yang membagi antara epitaksis anterior dan epitaksis posterior adalah ostium sinus maksilaris.

@Belibis A-17

Pemeriksaan / Uji Pendengaran dengan Garpu Tala

Pemeriksaan / Uji Pendengaran dengan menggunakan garpu tala merupakan uji yang sifatnya kualitatif. Terdapat berbagai macam uji garpu tala antara lain ; Uji batas atas batas bawah, uji Rinne, Uji Weber, Uji Schwabach, Uji Bing (Tes Oklusi), dan Uji Steger.

Garpu tala Belibis A-17

Garputala sendiri terdiri dari 1 set (5 buah) dengan frekuensi dimulai dari 128 Hz, 256 Hz, 512 Hz, 1024 Hz, dan 2048 Hz. Pada umumnya dipakai 3 macam garpu tala yaitu 512 Hz, 1024 Hz, dan 2048 Hz. Continue reading