Diagnosis Tuberculosis (TB) Pada Anak


Tuberculosis (biasa disingkat TB atau TBc) masih menjadi masalah kesehatan di sebahagian besar daerah di Indonesia, bahkan beberapa daerah masih menjadi daerah endemik TB. Beberapa faktor yang berperan dalam menurunkan angka ini adalah faktor promosi kesehatan, penegakan diagnosis, pengobatan dan pemutusan rantai penularan.

Penegakan diagnosis tuberkulosis paru pada dewasa telah dibahas pada posting sebelumnya, namun penegakan diagnosis tuberkulosis pada anak sedikit lebih sulit selain dikarenakan pengambilan spesimen yang sulit, juga gejala yang muncul / tampak tidak sejelas gejala-gejala yang timbul pada pasien-pasien dewasa. Oleh sebab itu, untuk menegakan diagnosis Tuberculosis (TB) pada anak harus menggunakan sistem skoring TB yang telah disepakati, sbb :

Catatan penting :

  1. Diagnosis dengan sistem skoring ditegakkan oleh Dokter
  2. Jika dijumpai skrofuloderma, maka langsung didiagnosis Tuberculosis (TB)
  3. Berat badan (BB) dinilai saat datang / pemeriksaan
  4. Demam dan batuk tidak ada respons terhadap terapi sesuai baku
  5. Rontgen foto bukan alat diagnosis utama pada TB anak
  6. Semua anak dengan reaksi cepat BCG harus dievaluasi dengan sistem skoring TB anak
  7. Anak didiagnosis TB jika jumlah skor ≥6 (skor maksimal 14). Cut off point ini masih bersifat tentatif/ sementara, nilai definitive mungkin masih dapat berubah sesuai perkembangan ilmu / penelitian di kemudian hari.

2 responses to “Diagnosis Tuberculosis (TB) Pada Anak

  1. Salam kenal, mas Jaka …

  2. Salam Kenal Ya Untuk Semuanya.. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s