“Saya” ; berikut dengan sejuta kekurangan dan secuil kelebihan


Hidup berjalan terus, waktu jangan pernah diharapkan untuk mau menunggu atau mengulang kembali meski se per seribu detik pun, someone said : “alangkah meruginya bila waktu yang diberikan di dunia ini tidak dimanfaatkan untuk kemajuan dan melaksanankan kebaikan” … kalimat kecil yang kesan nya ‘klise’ sangat sering sekali diperdengarkan oleh para motivator-motivator ulang, bahkan para penceramah agama … Mudah untuk diucapkan, berat untuk dilaksanakan, dan mungkin akan jadi sesuatu yang dikenang ( hal yang mungkin  menjadi komentar yang terlintas pertama untuk kalimat tersebut ). Namun, alangkah benarnya hal tersebut, dan alangkah indahnya dapat menjalankan hal tersebut.

Mencoba untuk selalu menghasilkan sesuatu di setiap kesempatan – berpikir produktif” – kadang kata “sesuatu” selalu diidentikkan dengan barang, uang, kekuasaan dan lain sebagainya, padahal kalau melihat dari atas dengan sudut pandang yang lebih luas, bukan sesempit itulah maksudnya. suatu ilmu dan pemberian pertolongan medis ke orang lain itu juga dapat dianggap sebagai “sesuatu” dan “produktif” … kita tidak bakal tahu apa efek dari memberi ilmu dan pertolongan medis yang ikhlas kepada seseorang, … “Allah mengabulkan doa orang-orang teraniaya” … orang-orang yang meminta pertolongan medis adalah Orang teraniaya, “Allah berjanji akan membayar perbuatan meskipun perbuatan itu hanya sebesar biji bayam“. (saya Dokter, dan hal tersebut (red : Ikhlas) pada keadaan dan kondisi tertentu sangat BERAT untuk dilaksanakan), tetapi mempunyai prinsip tersebut dan mendalami arti dari hal tersebut sudah merupakan hal positif bagi para pejuang (red : Dokter) dalam menjalani kehidupan sebagai “Dokter” dalam arti luas. Profesi Dokter bukan profesi yang dibuat (seperti profesi lain seperti pengacara, akuntan, dll), namun profesi yang sudah ada sejak dahulunya dan dilahirkan oleh alam, namun mungkin tidak dalam bentuk akademisi.

Hargailah pekerjaan/profesi mu, maka profesi tersebut akan membuat mu berharga” – Words inside my head

Betapa bersyukurnya saya di saat saya dapat mensyukuri setiap kali saya menemukan kekurangan saya, … hal yang mungkin 5 atau 10 tahun yang lalu selalu saya anggap sebagai gangguan dan hambatan untuk dapat mencapai sesuatu, sekarang hal tersebut menjadi anunggrah dan pencerahan bagi diri sendiri. Mencoba memanfaatkan dan mengoptimalkan secuil kelebihan yang saya sadari ada dalam diri saya adalah hal yang akan selalu saya perjuangkan. Harapan untuk menjadi Dokter yang bermanfaat bagi keluarga inti, keluarga besar, dan masyarakat di tempat saya mengabdi adalah hal yang selalu ada dalam Doa-Doa saya.

Salam untuk semua pejuang (red : Dokter) yang berjuang dengan semua keterbatasan di pelosok sana, dengan membawa semua mimpi-mimpi besar untuk dapat mengubah dunia,…. salam hormat dari saya, semoga selalu dapat menerapkan menjaga kekukuhan hati dengan pengabdian, dan menjalan kan profesi kita sesuai dengan keluhurannya, Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s