PENANGANAN GIGITAN ULAR


Download PDF

Pengelompokkan ini berguna bagi tenaga kesehatan untuk penanganan selanjutnya dalam pemberian anti venom sesuai dengan pengelompokkan tersebut. Efek yang ditimbulkan akibat gigitan ular dapat dibagi 3 (tiga) kelompok :

1. Efek Lokal

Beberapa spesies seperti coral snakes, krait akan memberikan efek yang agak sulit di deteksi dan hanya bersifat minor tetapi beberapa spesies, gigitanya dapat menghasilkan efek yang cukup besar seperti : bengkak, melepuh,perdarahan,memar sampai dengan nekrosis.yang mesti diwaspadai adalah terjadinya shock hipovolemik sekunder yang diakibatkan oleh berpindah cairan vaskuler ke jaringan akibat pengaruh bisa ular tersebut.

 2. Efek Umum / Sistemik

Gigitan ular ini akan menghasilkan efek sistemik yang non-spesifik seperti : nyeri kepala, mual dan muntah, nyeri perut, diare sampai pasien menjadi tidak sadarkan diri. Gejala yang ditemui seperti ini sebagai tanda bahaya bagi tenaga kesehatan untuk memberi petolongan sesegera mungkin.

 3. Efek Sistemik Spesifik (Spesifik systemic effect)

Dalam hal ini spesifik systemic efek dapat di bagi berdasarkan :

a) Koagulopathy

Beberapa spesies ular dapat menyebabkan terjadinya koagulopathy (penggumpalan unsur darah). Tanda-tanda klinis yang dapat ditemui adalah keluarnya darah terus menerus dari tempat gigitan, venipuncture, dari gusi, dan bila berkembang akan menimbulkan hematuria, haematemesis, melena dan batuk darah.

b) Neurotoxic

Gigitan ular ini dapat menyebabkan terjadinya flaccid paralysis (kelumpuhan flaksid). Ini biasanya berbahaya bila terjadi paralysis pada pernafasan. Biasanya tanda-tanda yang pertama kali di jumpai adalah pada saraf cranial seperti ptosis, opthalmophlegia progresif. Bila tidak mendapat anti venom / Serum Anti Bisa Ular (SABU) akan terjadi kelemahan anggota tubuh dan paralisis pernafasan. Biasaya full paralysis akan memakan waktu lebih kurang 12 jam, pada beberapa kasus biasanya menjadi lebih cepat (3 jam setelah gigitan).

c) Myotoxicity

Myotoxiticty hanya akan di temui bila seseorang diserang atau digigit oleh ular laut. Ular yang berada didaratan biasanya tidak ada yang menyebabkan terjadinya myotoxicity berat. Tanda dan gejala adalah : nyeri otot, tenderness, myoglobinuria,dan berpotensi untuk terjadinya gagal ginjal, hiperkalemia dan cardiotoxicity.

PERTOLONGAN PERTAMA PADA GIGITAN ULAR :

  • Immobilisasi anggota tubuh yang digigit
  • Anjurkan pasien untuk tenang.
  • Bawa pasien yang mempunyai fasilitas kesehatan yang memadai.

Balut tekan tidak digunakan pada semua kasus gigitan ular, walaupun demikian jika diketahui bahwa gigitan ular tersebut tidak termasuk kedalam non-necrotic spesies maka pressureimmobilization methode (teknik balut tekan) dapat digunakan. Bila gigitannya disebabkan oleh King Kobra yang menyebabkan local necrosis yang biasanya tidak berat, tetapi dapat menyebabkan paralysis yang cepat dan berat, maka teknik balut tekan mempunyai alasan untuk digunakan. Metode lama pada pertolongaan pertama yang masih dipakai adalah memasang torniquet, suction dengan alat atau menggunakan mulut, pemberian bahan-bahan kimia yang semuanya sebenarnya merupakan kontra indikasi. Seandainya bila anti venom tidak tersedia ditempat tersebut, ini tidak menjadi kendala asal luka telah dibersihkan.

Managemen untuk gigitan ular :

  1. Selalu mengasumsikan bahwa semua gigitan ular dapat mengancam kehidupan.
  2. Bila melakukan triage kasus gigitan ular maka selalu dimasukkan ke dalam katagori emergency.
  3. Pasang IV line pada semua kasus.
  4. Berhati-hati ketika memilih lokasi pemasangan IV line atau pengambilan sampel darah pada kasus koagulopahty, yang betujuan untuk mencegah pendarahan. Khususnya pada pembuluh darah subclavia, jugular, dan femur.
  5. Hindari melakukan penyuntikan intra muscular jika memungkinkan terjadinya coagulopathy.
  6. Lakukan pemeriksaan whole blood clotting time ( WBCT)
  7. Jika terjadi gangguan pada pernafasan akibat paralysis, persiapkan untuk intubasi dan pemasangan ventilator eksternal.
  8. Jika terjadi shock, tangani dengan pemberian cairan.

Tips yang dapat dilakukan :

  • Usahakan membunuh ular yang mengigit anda untuk memudahkan identifikasi ular dalam pemberian anti venom. Ketika membunuh ular tersebut jangan sampai anda tergigit lagi oleh ular tersebut.
  • Untuk membedakan antara ular berbisa dengan tidak adalah dengan melihat bekas gigitan. Gigitan yang terdiri dari 2 lubang gigitan layaknya gigitan vampire menandakan ular tersebut memiliki racun (bisa), sedangkan gigitan yang membentuk setengah lingkaran cenderung tidak berbisa.

2 responses to “PENANGANAN GIGITAN ULAR

  1. Bisa ular tidak menjadi fatal apabila melalui saluran pendernaan dalam keadaan normal, namun akan berakibat lebih buruk apabila terdapat luka/ bagian rusak pada saluran cerna yang dapat memberikan hubungan antara bisa ular dengan pembuluh darah.

  2. bagaimana jika termakan bisa ular..? misal ada ular menyemprotkan bisa ke makanan krn sesuatu hal, lalu makanan tersebut termakan manusia..? apakah ada pengaruhnya bisa ular tsb terhadap tubuh manusia melalui sistem pencernaan..?

    terima kasih atas attensi dan responnya
    salam
    RS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s