SIRKUMSISI (KHITAN)


@Yayan A.I

Sirkumsisi / Khitan / Sunat adalah tindakan yang diwajibkan bagi seluruh laki-laki yang akan beranjak dewasa dalam agama Islam. Namun, tidak hanya penganut agama islam yang melakukan sirkumsisi tapi juga penganut agama lain juga melakukan hal ini dengan alasan kesehatan/ kebersihan area kelamin laki-laki, ataupun alasan medis lainnya. Kata sirkumsisi ini sebenarnya berasal dari bahasa latin circum (yang artinya sekeliling) dan cædere (yang artinya memotong). Tindakan yang dilakukan pada sirkumsisi adalah memotong kulit luar (preputium / prepuce / foreskin / kulup) pada penis yang melingkupi kepala penis (glans penis).

Kontra Indikasi Sirkumsisi :
Absolut :

  • Hipospadia dan Epispadia
  • Kelainan pembekuan darah dan  Hemofilia

Relatif :

  • Infeksi lokal / sistemik

Prosedur Khitan (sunat)

eberapa metode yang telah umum digunakan sebagai prosedur/ cara melakukan khitan (sunat), yaitu :

  1. Metoda konvensional/ klasik (cutting)
  2. Metoda sirkumsisi
  3. Metoda Smart Klamp

Berikut diterangkan mengenai metoda konvensional dan metoda sirkumsissi di atas :

Teknik aseptis : Bersihkan sikitar area tindakan dengan disinfektan (ex : betadine) dari glans penis melingkar keluar. (sebelumnya rambut kemaluan telah dicukur – bila ada). Langkah berikutnya adalah pasang kertas perkamen/duk steril.

Teknik Anestesi (pembiusan)

Pada proses khitan perlu diberikan anestesi (bius) untuk menghilangkan rasa nyeri saat dilakukan penjepitan dan pemotongan kulit luar, juga dengan diberikan anestesi pasien menjadi tenang (karna tidak merasa nyeri) sehingga pelaksanaan khitan dapat lebih lancar karena jauh dari gerakan-gerakan pasien untuk menahan nyeri atau pun tangisan. Metoda anestesi yang umum dilakukan adalah anestesi lokal dengan menggunakan Lidocain, Pehacain, etc. Teknik dan lokasi anestesi dapat dilihat pada gambar berikut :

Anestesi block tepat pada bagian tengah pangkal penis dengan posisi spuit tegak lurus kira-kira 1,5-2 cc (ex : Lidocain), aspirasi spuit terlebih dahulu sebelum menginjeksi. Prosedur yang benar, jika tangan kita merasakan sensasi seperti menembus kertas melalui spuit saat tertembusnya fascia Bach.

Dilanjutkan dengan anestesi infiltrasi dikulit sekitar batang penis sebanyak 1 cc secara merata. (umumnya dilakukan diinfiltrasi dari kanan dan kiri bawah kulit batang penis)

Patikan anestesi sudah mulai bekerja atau belum dengan cara menjepit kulup, jika pasien masih merasa nyeri (liat ekspresi wajah dan gerakan tubuh) tunggu beberapa saat lagi (tidak perlu menanyakan pada pasien “apakah masih sakit atau tidak” – kadang subjektifitas dan tekanan mental membuat hasil yang salah), juika sudah tidak ada nyeri yang dirasa maka tindakan sudah dapat dimulai. Bersihkan smegma yang menempel disekitar kulup.

Pelaksanaan Khitan :

1. Metoda konvensional / Klasik (cutting)

Khitan (sunat) dengan metoda ini adalah cara yang paling kuno diantara  cara lainnya, namun metoda ini masih banyak dipakai sampai saat ini baik oleh para praktisi medis maupun non medis. berbagai variasi alat pemotong telah digunakan banyak praktisi dengan metoda ini, mulai dari penggunaan bisturi (pisau), gunting, electric cutter, ataupun flash cutter.

Keuntungan dari metoda ini :

  • Pelaksanaan khitan relatif lebih cepat/ singkat.

Kerugian / kekurangan dari metoda ini  :

  • Resiko kepala penis (glans penis) terpotong / tersayat jauh lebih tinggi, terutama jika sayatan dilakukan dibawah koher.
  • Sisa preputium kadang lebih panjang / tidak sesuai sehingga membutuhkan pemotongan ulang.
  • Dapat menimbulkan nekrosis apabila jepitan koher terlalu lama .
  • Resiko pendarahan operasi relatif sangat tinggi, demikian halnya paska operasi (khusus untuk penggunaan alat pemotong gunting/ bisturi, sedang pada penggunaan pemotong electric cutter ataupun flash cutter perdarahan sangat-sangat sedikit bahkan sampai tidak ada).

Teknik pelaksanaan :

Alat yang perlukan :

  • Pemotong (bisturi/ gunting/ electric cutter/ flash cutter)
  • 1 koher
  • 2 klem
  • Jarum + Benang (yang absorben)

Tandai batas yang akan dipotong / insisi, raba/ urut glans penis  se-proksimal mungkin dan fiksasi glans  penis dengan tangan kiri. Kemudian pasang klem pada lokasi jam 12 dan 6 ditarik ke distal sampai  preputium nampak teregang.

Jepit koher pada batas yang telah ditandai dengan arah melintang miring (sekitar 40 derajat) antara jam 12 dan 6 ( jam 6 lebih distal).

Yakinkan lagi bahwa glans penis tidak terjepit koher.

Gunting / sayat dengan bisturi dibagian atas atau bawah koher.

Lepaskan koher dan munculkan kembali glans penis. Rapikan sayatan terutama jika preputium  masih panjang / tidak sesuai. Inspeksi, dan lakukan kontrol perdarahan (lakukakan penjahitan perdarahan a/v yang tidak dapat dihentikan dengan dep-tekan).

 

Lakukan penjahitan anjara ujung kulit yang dipotong tadi dengan kulit di bagian pinggir bawah glans penis, umumnya dilakukan pertama kali di bagian tengah posterior penis.

Balut batang penis/ bagian yang dikhitan dengan kasa steril yang difiksir dengan plester (sebelumnya dapat diberikan zalp antibiotik).

Catatan :

  • Jika insisi dibawah koher, arah sisi tajam bisturi selalu menjauh dari glans penis.
  • Observasi keadaan pasien minimal 15 menit sebelum memperbolehkan pasien pulang.
  • Berikan minimal Antibiotik dan Analgetik oral untuk minimal 3 hari saat pasien pulang.


2. Metoda Sirkumsisi

Metoda ini merupakan teknik yang dijadikan sebagai standar pelaksanaan Khitan. Pada teknik ini mengecilkan kemungkinan glans penis ikut terpotong pada saat melakukan sayatan, dan lebih baik dalam menentukan panjang potongan yang dibutuhkan sehingga tidak ada potongan yang terlalu panjang atau pendek seperti yang sering terjadi pada metoda konvensional.

Prosedur aseptik, anestesi dan alat-bahan (jumlah klem yang dibutuhkan lebih banyak) yang digunakan sama seperti pada metoda konvensional. Teknik pelaksanaan :

Kulit luar penis ditarik / diregang ke atas melewati glans penis, kemudian diklem dan diregang pada 3 (tiga) lokasi ; jam 10, jam 2, dan jam 6.

Pemotongan dilakukan pada lokasi jam 12, yang dipotong lurus sampai batas yang sesuai/ tepat.

Ujung potongan tersebut kemudian difiksasi dengan hecting/ jahitan.

Kemudian lakukan potongan melingkar yang merata dengan panjang sesuai dengan panjang potongan kulit luar pertama yang telah difiksir tadi. kontrol perdarahan dengan dep-tekan, klem, ataupun jahitan.

Setelah semua kulit luar lepas, klem ujung dari kulit luar yang dipotong tadi di keliling batang penis untuk melapangkan area jahitan sekaligus menandai tempat yang akan dijahit.

Lakukan penjahitan (sama seperti metoda konvensional).

Terima kasih, Semoga bermanfaat….

@Belibis A-17

17 responses to “SIRKUMSISI (KHITAN)

  1. Pingback: Cara Cara Chitan | syadily's Blog

  2. thx a lot for the best info..:)

  3. Wah, lumayan serem ini mas, huaduh, sampe kaget

  4. bagus sekali artikelnya tentang sirkumsisi

  5. Yth, bapak Didik
    Pada operasi hernia dilakukan penutupan lubang/cincin tempat lewatnya masa abdomen/perut yang mengakibatkan ditemui benjolan hilang timbul pada hernia, sangat kecil sekali kemungkinan ikatan/jahitan/penutupan tersebut lepas kembali, kemungkinan hernia kali ini adalah hernia baru di lokasi lain.
    Tidak ada salahnya kedua tindakan tersebut dilakukan bersamaan, malah lebih baik, mengingat masa penyembuhan dan kontrol luka yang dapat dilakukan bersamaan.
    Untuk metoda sunat yang digunakan, sangat tergantung kepada ketersedian bahan dan ketenagaan yang mampu melakukan tindakan tersebut, bapak dapat berkonsultasi dengan dokter yang akan melakukan tindakan tersebut nantinya.
    Terima kasih.

  6. anak saya 10 tahun dan pernah oprasi hernia waktu umur 7 tahun. tapi setelah 3 bulan kambuh lagi hernianya. sekarang mau oprasi lagi tapi bareng disunat sekalian. gimana dok oprasi dulu apa sunat dulu apa barengan. kalo barengan apa sunatnya bisa dengan metode clamp???
    ( tlg segera dijawab, thanks )

  7. Dear bpk/ibu Boby Gabe,
    Pada dasarnya setiap dokter dapat melakukan khitan dengan prosedur yang benar ….
    Ibu dapat menanyakan info lebih lanjut di pusat kesahatan (Klinik/puskesmas/rumah sakit/praktek dokter) …. karna kebetulan saya tidak berdomisili di Jakarta.

  8. DEAR DOK,
    PUTRA SAYA SUDAH WAKTUNYA UTK KHITAN,MOHON INFO DMN SAYA BISA KONSULTASI PADA DOKTER SPECIALIS SKTR JAKARTA YG BISA DESAIN JAHITAN MODEL KEMBANG ATAU TALI PUTAR DISEKITAR BEKAS OPERASI.
    REGARDS.

  9. usman jaya kesuma bangsa

    saya izin copy …………..ya,terimakasih

  10. kalo punya penyakit hernia apa boleh dikitan ato hernianya disembuhkan/dioprasi dulu ato berbarengan ( dioprasi sambil dikitan ) ?

    Yayan A.I :
    Tidak ada aturan yang melarang pasien dengan hernia untuk dikhitan (orang hernia tetap bisa khitan). Kalau anda berniat melakukan khitan berbarengan dengan operasi hernianya tidak ada masalah, malah lebih bagus demikian kalau menurut saya.
    Penyakit yang tidak boleh (tidak dianjurkan) untuk di khitan adalah Hipospadia (lubang kencing tidak terletak pada ujung kemaluan, tetapi pada bagian bawah batang kemaluan), pada keadaan ini memang tidak dianjurkan di khitan, karna daging/ lapisan yang dibuang pada saat khitan akan dimanfaatkan untuk membuat salutan kencing agar lubang kencing bisa terletak di ujung kemaluan.

  11. Sereeeeeeeeeeeeemmmmmm

  12. Wah… ngeri ya mas ???
    Perlu saya sensor kah ???

  13. wah…
    ngeri ya….gambarnya sampe trlihat parah gtu…..

  14. woiiiiiiiiiiiiiiii….

  15. Gaaaeeeeeekkkkssss

  16. Gaaaaeeekkksss….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s