DIETILCARBAMAZINE


INDIKASI : filariasis (kaki gajah), loiasis, infeksi nematoda di jaringan, visceral larva migran.

KONTRAINDIKASI : kehamilan.

Perhatian : kepada pasien dengan gangguan fungsi ginjal, kelainan jantung, dan sedang dalam keadaan sakit berat.

DOSIS :

Filariasis brancoftian :

  • Dewasa dan anak > 10 tahun : 1mg/kg sekali sehari pada hari pertama, ditingkatkan perlahan setelah 3 hari sampai 6 mg/kg, dapat diminum dalam beberapa kali perhari setelah makan selama 12 hari.
  • Anak < 10 tahun : setengah dari dosis dewasa.
  • Untuk pengobatan massal : 6 mg/kg, beberapa kali pemberian selama 24 jam setiap satu tahun sekali. Anak < 10 tahun : setengah dosis dewasa.

Filariasis brugian :

  • Dewasa dan anak > 10 tahun : 1 mg/kg sekali sehari pada hari pertama, ditingkatkan bertahap setelah tiga hari sampai 3-6 mg/kg, dapat diminum dalam beberapa kali perhari setelah makan selama 6-12 hari.
  • Anak < 10 tahun : setengah dari dosis dewasa.
  • Untuk pengobatan massal : 3-6 mg/kg, beberapa kali minum selama 24 jam, diulang 6 kali dengan jarak perminggu atau perbulan. Anak < 10 tahun : setengah dosis dewasa.

Occult filariasis :

  • Dewasa 8 mg/kg perhari selama 14 hari. Dapat diulangi jika gejala muncul kembali.

Loiasis (pengobatan) :

  • Dewasa 1 mg/kg pada hari pertama, 2 mg/kg hari kedua dan ketiga, kemudian dilanjutkan 2-3 mg/kg tiga kali sehari selama 18 hari.

Loiasis (pencegahan) :

  • Dewasa 300 mg perminggu, selama berada di daerah paparan tinggi.

Catatan : pasien harus patuh terhadap pengobatan untuk meminimalisasi reaksi alergi yang disebabkan oleh matinya parasit.

EFEK SAMPING : sakit kepala, pusing, mengantuk, mual, muntah, reaksi imunologis setelah beberapa jam dosis pertama sampai lima hari pengobatan seperti demam, pusing, nyeri kepala, nyeri sendi, mual, lemas, hematuria, muntah, dan memicu asma pada pengidap asma. Pembentukan nodul di bawah kulit. Pembengkakan kelenjar limfa yang bertambah berat sebagai reaksi pengobatan.

SEDIAAN : Tablet 50 mg, 100 mg.

Comments are closed.