CHLORAMPHENICOL (KLORAMFENIKOL)


(Alchlor, bufacetin, Chloralol, Chloramex, Chlorbiotic, Citophenicol, Cloramidina, Colcetin, colme, Colsancetine, Combicatin, Cymacetine, Decacetine, Empeecetin, Emkapeni, Erlamicetine, Fenicol, Grafacetin, Heromycetine, Hufamycetine, imfarmycetin, Itramycetine, Kemicetine, Kemocol, Lanacetin, Licoclor, Magnachlor, Mecocetin, Medichlor, Mefamicetin, Megacetine, Megachlor, Microtina, Neophenicol, Novachlor, Palmicol, Pimacetin, Ribocine, Sakamycetin, Solachlor, Suprachlor, Uni Phenicol, Varicetine, Xepanicol, Zenichlor)

Golongan Sediaan Penyakit/indikasi Alasan penggunaan
Antibakteri lainnya Kapsul : 250 mgSuspensi dalam lemak untuk injeksi : 0,5 g (sodium suksinat)/ml dalam ampul 2 ml

Cairan oral : 150 mg/ 5 ml

Bubuk untuk injeksi: 1 g dalam vial

Pengobatan infeksi karena organisme yang sesuai termasuk; Hemophilus influenza, Salmonela typhi. Epidemi meningitis meningokokus (injeksi suspense dalam lemak). Pola resistensi local harus diperhatikan

Kloramfenikol merupakan antibiotik spektrum luas. Kloramfenikol berhubungan dengan  gangguan darah yang serius sebagai efek yang tidak diinginkan sehingga harus disimpan untuk pengobatan infeksi berat, terutama yang disebabkan Hemofilus influenza dan demam tifoid. Suspensi dalam lemak sebaiknya disimpan dalam epidemic meningitis meningokokus terutama pada afrika, dan besarnya epidemi ini sudah menyingkirkan terapi antibiotik lainnya.

INDIKASI

Infeksi berat yang mengancam jiwa, terutama yang disebabkan hemofilus influenza, dan demam tifoid; juga pada pneumonia; abses otak; mastoiditis; riketsia; relapsing fever; gangrene; granuloma inguinale; listeriosis; plak (plague); psitikosis; tularemia; whipple disease; septicemia; meningitis

KONTRAINDIKASI

Kehamilan; porfiria

Perhatian : Penggunaan jangka panjang dan berulang; penurunan dosis pada gangguan hati dan gangguan ginjal berat; hitung sel darah sebelum dan selama pengobatan; pantau konsentrasi dalam plasma darah di neonates; menyusui

DOSIS

Infeksi akibat organisme yang sesuai ( tidak sesuai dengan antimikroba yang lain), per oral atau injeksi intravena atau infuse intravena, DEWASA dab ANAK 50 mg/kg sehari dalam 4 dosis terbagi; sampai 100 mg/kg sehari dalam dosis terbagi dalam infeksi berat seperti meningitis, septicemia dan epiglotitis hemofilus (turunkan dosis tinggi secepatnya sesuai indikasi klinis); NEONATUS dibawah 2 minggu 25 mg/kg sehari dalam 4 dosis terbagi; BAYI 2 minggu sampai 1 tahun 50 mg/kg sehari dalam 4 dosis terbagi

Epidemi meningitis meningokokus, injeksi intramuscular (larutan dalam lemak), DEWASA 3 g dosis tunggal, diulang setelah 48 jam jika perlu; BAYI 1-8 minggu 250 mg dosis tunggal, 2-11 bulan 500 mg dosis tunggal; anak 1-2 tahun 1 g dosis tunggal, 3-5 tahun 1,5 g dosis tunggal, 6-9 tahun 2 g dosis tunggal, 10-14 tahun 2.5 g dosis tunggal, lebih dari 15 tahun dosis sama seperti dewasa; dosis dapat diulang setelah 48 jam jika perlu

Cara pelarutan dan pemberian :

Tergantung instruksi pabrik. Injeksi larut lemak hanya untuk injeksi intramuscular

CATATAN. Monitoring konsentrasi dalam plasma darah diperlukan pada neonates  dan disarankan pada < 4 tahun, pada lansia dan pada gangguan hati; konsentrasi kadar plasma kloramfenikol (1 jam setelah injeksi atau infuse intravena) 15-25 mg/liter; konsentrasi sebelum terapi sebaiknya ti

EFEK SAMPING

Depresi sumsum tulang- anemia aplastik reversible dan ireversibel (dengan laporan leukemia), anemia, leucopenia dan trombositopenia; hemoglobinuria nocturnal; neuritis perifer dan neuritis optic; mual, muntah, diare, mulut kering, stomatitis, glositis; sakit kepala, depresi; reaksi hipersensitifitas termasuk ruam, urtikaria, demam, angioedema dan anfilaksis (jarang); grey sindrom (muntah, diare kehijauan, distensi abdomen, hipotermia, sianosis, napas tidak teratur, gangguan sirkulasi/collaps circulatory) dapat mengikuti dosis yang berlebihan pada neonates dengan metabolism hati yang imatur; juga dilaporkan pada bayi yang lahir pada ibu yang diobati pada kehamilan lanjut.

INTERAKSI OBAT

Antibakterial Metabolism kloramfenikol ditingkatkan oleh rifampicin (sehingga menurunkan kadar dalam darah kloramfenikol)
Antikoagulan Kloramfenikol meningkatkan efek antikoagulan koumarin
Antidiabetik Kloramfenikol meningkatakn efek sulfonylurea
Antiepilepsi Kloramfenikol meningkatkan kadar fenitoin dalam darah (meningkatkan risiko toksisitas); pirimidon meningkatkan metabolism kloramfenikol (menurunkan kadarnya dalam darah)
Antipsokotik Hindari penggunaan bersamaan kloramfenikol dengan klozapin (meningkatkan risiko agranulositosis)
Barbiturate Barbiturate mempercepat metabolism kloramfenikol sehingga menurunkan kadarnya dalam darah
Siklosporin Koramfenikol mungkin meningkatkan kadar siklosporin dalam darah
Hidroxycobalamin Kloramfenikol menurunkan respon terhadap hydroxycobalamin
Estrogen Mungkin menurunkan efek kontrasepsi estrogen
Tacrolimus Kloramfenikol mungkin menurunkan kadar tacrolimus dalam darah
Vaksin Antibakterial menginaktifkan vaksin tifoid oral

Comments are closed.