ASAM FOLAT


INDIKASI

Anemia megaloblastik, pencegahan defek tabung saraf, profilaksis  pada status hemolitik kronik, profilaksis defisiensi folat pada pasien cuci darah.

EFEK SAMPING

  • Gangguan saluran cerna (jarang ditemukan)
  • Perhatian: tidak boleh diberikan tunggal pada anemia pernisiosa dan gejala defisiensi vitamin B12 lainnya.

DOSIS

Anemia megaloblastik:

  • Dewasa dan anak > 1 th: 5 mg sehari selama 4 bulan (pada wanita hamil, hingga cukup bulan). Pada kasus gangguan penyerapan, dosis bisa inaikkan hingga 15 mg per hari; dosis rumatan 5 mg tiap 1-7 hari.
  • Anak < 1 th: 500 mikrogram/kg per hari selama 4 bulan; dosis rumatan 500 mikrogram/kg per hari tiap 1-7 hari

Pencegahan defek tabung saraf, diberikan sebelum dan selama kehamilan:

  • Risiko rendah: 400 mikrogram per hari hingga usia kehamilan 12 minggu.
  • Risiko tinggi (riwayat keluarga, pernah melahirkan anak dengan defek tabung saraf, riwayat diabetes mellitus pada ibu, anemia sel sabit pada ibu): 5 mg per hari hingga usia kehamilan 12 minggu.

Profilaksis  pada status hemolitik kronik:

  • Dewasa, per oral, 5 mg tiap 1-7 hari tergantung penyakit yang mendasari

Profilaksis defisiensi folat pada pasien cuci darah:

  • Dewasa, per oral: 5 mg tiap 1-7 hari
  • Anak 1-12 th: 250 mikrogram/kg (max 10 mg) 1x sehari
  • Anak 12-18 th: 5-10 mg 1x sehari .

SEDIAAN

Tablet 400 mikrogram, sirup 2.5 mg/5 ml dan 400 mikrogram/5 ml, injeksi 15 mg dalam ampul 1 ml.

INTERAKSI OBAT

  • Absorbsi folat berkurang oleh sulfasalazin.
  • Kadar fenitoin, primidone, dan fenobarbital dalam plasma berkurang oleh asam folat.

Comments are closed.