AMOKSISILIN (AMOXICILLIN) – ASAM CLAVULANAT


NAMA DAGANG

Aclam,   Amocomb, Augmentin, Auspilic, bellamox, Betaclav, Biditin, Clabat, Clacomb, Claneksi, C,avamox, Comsikla, Danoclav, Daxet, Dexyclav, Duazat, Improvox, Inciclav, Lansiclav, Nufaclav, Nuvoclav, Palentin, Protamox, Ramoxlan, Surpas, Syneclav, Viaclav, Vulamox, Xiclav

INDIKASI

Infeksi  oleh bakteri penghasil beta laktamase (pengobatan dengan amoxicillin saja tidak sesuai) termasuk infeksi saluran napas, otitis media, infeksi saluran kemih-genital dan infeksi abdominal, selulitis, gigitan binatang, infeksi gigi yang berat, infeksi gigi yang berat, osteomielitis  oleh Haemophilus influenza, dan profilaksis bedah

KONTRAINDIKASI

  • Hipersensitif terhadap penisilin; jaundice atau gangguan hati berhubungan dengan riwayat penisilin atau amoxicillin asam klauvulanat
  • Perhatian : Riwayat alergi; gangguan ginjal; ruam kemerahan pada demam kelenjar (glandular fever), infeksi sitomegalovirus, leukemia limfositik kronik, dan kemungkinan infeksi HIV; pertahankan hidrasi yang adekuat pada penggunaan dosis tinggi (risiko kristaluria); gangguan hati
  • Kehamilan dan meyusui : tidak diketahui berbahaya pada kehamilan; pada air susu jumlah sangat sedikit (trace amount)

DOSIS

  • Semua dosis dalam kandungan amoxicilin
  • Infeksi oleh organisme penghasil beta laktamase yang sensitive, per oral, DEWASA dan ANAK lebih dari 12 tahun, 250 mg setiap 8 jam, digandakan pada infeksi berat; ANAK dibawah 1 tahun, 20 mg/kg sehari dalam 3 dosis terbagi; 1-6 tahun, 125 mg setiap 8 jam; 6-12 tahun, 250 mg setiap 8 jam
  • Infeksi gigi yang berat, per oral, DEWASA 250 mg setiap 8 jam selama 5 hari
  • Infeksi oleh organisme penghasil beta laktamase yang sensitive, infuse intravena lebih dari 3-4 menit, DEWASA dan ANAK lebih dari 12 tahun, 1 g setiap 8 jam, ditingkatkan menjadi 1 g tiap 6 jam pada infeksi berat; NEONATUS dan bayi premature 25 mg/kg setiap 12 jam; BAYI sampai usia 3 bulan, 25 mg/kg setiap 8 jam; ANAK 3 bulan sampai 12 tahun, 25 mg/kg setiap 8 jam ditingkatkan menjadi 25 mg/kg setiap 6 jam pada infeksi yang lebih berat
  • Profilaksis bedah, injeksi intravena, DEWASA 1 g saat induksi, dengan 2-3 dosis lanjutan 1 g tiap 8 jam jika risiko infeksi meningkat

EFEK SAMPING

Mual dan muntah, diare; ruam (hipersensitifitas atau respon toksik- dapat serius, hentikan pengobatan); reaksi hipersensitifitas termasuk urtikaria, angioedema, anafilaksis, reaksi menyerupai serum sickness, anemia hemolitik, nefritis interstitialis; Jarang : colitis berhubungan dengan antibiotik; neutropenia, trombositopenia, gangguan pembekuan darah; pusing, sakit kepala, kejang (khususnya pada dosis tinggi atau pada gangguan ginjal); hepatitis, jaundis kolestasis; sindrom steven johnson, nekrolisis epidermal toksisk, dermatitis eksfoliatif, vaskulitis (dilaporkan); pewarnaan permukaan gigi dengan penggunaan suspense; phlebitis pada tempat injeksi

INTERAKSI OBAT

Allupurinol Meningkatkan risiko ruam saat amoxicillin atau ampicillin diberikan bersama allupurinol
Antibakterial Absorbsi phenoxymetilpenicilin berkurang oleh neomycin
Antikoagulan

INR dapat terganggu dengan pemberian penisilin spectrum luas seperti ampicillin, meskipun studi gagal menunjukkan interaksi dengan coumarin atau phenindione

Citotoksik Penisilin mengurangi pengeluaran metotrexate (meningkatkan risiko toksisitas)
Probenesid

Pengeluaran/ekskresi penisilin dikurangi oleh probenesid (risiko kecil)

Estrogen

Mungkin mengurangi efek kontrasepsi dari estrogen

Sulfinpirazone

Pengeluaran penisilin dikurangi oleh sulfinpirazon

Comments are closed.