HIDROSEFALUS (2)


Author : Tondy Arian. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 2009.

Hidrosefalus adalah peningkatan abnormal volume LCS dan biasanya terjadi peningkatan tekanan sebagai akibat tidak seimbangnya produksi dan atau absorbsi LCS.

Frekuensi hidrosefalus kongenital bila dihitung dengan adanya spina bifida tercatat sejumlah 2-5 per 1000 kelahiran. Insidensi hidrosefalus didapat tidak diketahui.

Etiologi hidrosefalus kongenital hanya 2% yang merupakan X-linked resesif, selebihnya tidak diketahui. Etiologi hidrosefalus didapat antara lain obstruksi tumor, trauma, perdarahan intrakranial dan infeksi.

Hidrosefalus dapat dibagi 3 jenis :

  1. Gangguan produksi : jarang, terjadi pada karsinoma plexus choroideus atau papilloma plexus choroideus
  2. Gangguan sirkulasi : akibat obstruksi dari jalur sirkulasi LCS. Dapat juga terjadi di ventrikel atau vili arachnoid. Dapat disebabkan oleh tumor, perdarahan intrakranial, kongenital, atau infeksi.
  3. Gangguan absorbsi : dapat terjadi pada sindrom vena cava superior dan trombosis sinus. Terdapat beberapa jenis hidrosefalus yang tidak dapat diklasifikasikan, yaitu hidrosefalus tekanan normal dan pseudotumor serebri.

Manifestasi klinis dari hidrosefalus akut biasanya adalah nyeri kepala, gangguan gait, muntah, dan gangguan visual. Dilatasi dari ventrikel 3 dapat menyebabkan sindroma parinaud (upgaze palsy with a normal vertical doll response) or the setting sun sign (Parinaud syndrome with lid retraction and increased tonic downgaze). Kadang, dapat ditandai dengan defisit fokal seperti lumpuh N.VI. sering terdapat papiledem, meskipun kadang muncul belakangan. Pada bayi akan terlihat fontanela cembung, dilatasi vena kepala, dan peningkatan diameter kepala. Pada tahap lanjut akan terlihat gejala batang otak, koma, dan gangguan hemodinamik.

Hidrosefalus tekanan normal memiliki trias yaitu gait apraxia, inkontinensia, dan dementia.

Kebanyakan hidrosefalus simtomatik harus ditangani sebelum terjadi proses defisit neurologis atau defisit neurologis permanen. Ketika etiologi hidrosefalus diketahui,  penatalaksanaan sementara dapat diberikan sebelum penyakit primer ditangani, misalnya melakukan ventrikulostomy hingga tumor fossa posterior diangkat atau lumbal punksi pada nenatus dengan perdarahan intraventrikel hingga darah diserap dan tercapai absorbsi normal pada LCS.

Terdapat kasus yang tidak boleh diterapi yaitu :

  1. Ketika operasi tidak akan memberi hasil (misal anak dengan hidranencefali)
  2. Ventrikulomegali tanpa gejala
  3. Hidrosefalus tekanan normal
  4. Arrested hidrosefalus yaitu ventrikulomegali dengan status neurologi yang stabil, tetapi harus waspada karena pada anak dapat menunjukkan gejala yang sulit dinilai (misal slipping school performance)
  5. Hidrosefalus jinak pada bayi, neonatus, atau anak muda.

CT scan kepala memperlihatkan derajat ventrikulomegali dan seringkali etiologi. Dengan kontras dapat memperlihatkan infeksi atau tumor penyebab obstruksi, juga membantu perencanaan operasi. Pada pseudotumor serebri, CT scan biasanya normal.

MRI kepala dilakukan pada kebanyakan hidrosefalus kongenital. Anomali otak dapat ditemukan seperti agenesis corpus calosum, malformasi chiari, gangguan migrasi neural, dan malformasi vaskuler. Beberapa tumor hanya dapat dideteksi dengan pemeriksaan ini.

USG kepala pada fetus dan neonatus baik untuk memantau ukuran ventrikel dan perdarahan intraventrikel pada neonatal ICU. Untuk kepentingan penatalaksanaan, perlu dulakukan pemeriksaan lain.

Lumbal punksi daat digunakan untuk pengukuran tekanan intrakranial, tetapi hanya dilakukan setelah pemeriksaan radiologi lain menunjukkan gambaran obstruksi. Diagnosis volume LCS tinggi pada hidrosefalus tekanan normal dapat membantu pengambilan keputusan shunt. LCS datat menunjukkan jenis dan keparahan infeksi.

Terapi konservatif diberikan untuk sementara. Pada kondisi transien seperti oklusi sinus, meningitis atau perdarahan intraventrikuler pada neonatus, terapi ini dapat efektif.

  1. Acetazolamide (25mg/kg/h dalam 3 dosis): pemantauan status respirasi dan elektrolit. Tidak dianjurkan sebelum 6 bulan.
  2. Furosemid (1mg/kg/h) pemantauan elektrolit dan cairan.
  3. Punksi lumbal: pada nenonatus untuk perdarahan intraventrikel. Terkadang, LP serial dapat mengatasi hidrosefalus.
  4. Menghilangkan penyakit primer penyebab hidrosefalus.

Jenis operasi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Ventrikulostomi
  2. Ventriculo peritoneal shunt
  3. Ventriculo atrial shunt
  4. Ventriculo pleural shunt
  5. Torkildsen shunt
  6. Lumboperitoneal shunt

Komplikasi yang selanjutnya terjadi tergantung metode operasi dan penyakit primer. Komplikasi yang dapat terjadi adalah infeksi, subdural hematom, shunt failure, overdrainage, dan slit ventrikel sindrom.

2 responses to “HIDROSEFALUS (2)

  1. Wass, sampai jumla cairanya norma kembali mas, .. kontrol rutin diperlukan untuk memantau perkembangan tindakan dan terapi …

  2. Assalamualaikim.. Selamat pagi
    Terima kasih atas infonya.. Saya mau nanya nih.. Saya skitar 3bulan yang lalu kepala saya kebentur dan berdarah terus saya periksa ke rumah sakit swasta ternama di cikarang saya CT Scan jg, dan hasilnya kepala bekas bnturan tidak kenapa-kenapa tp dr hasil CT Scan kta dokter saya menderita VENTRIKULOMEGALY atau kelebihan cairan di rongga otak, dan di judgement sama dokter di suruh operasi. Dan operasi pemasangan VP Shunt dilakukan saya di ruangan operasi kata istri skitar 3 jam, tp proses operasinya cuma 1 jam kata dokter,rawat inap selama 9hr karena saya masih mual muntah pusing sampe tiduran kepala posisi ranjang 30 derajat muntah berdiri muntah.. Kontrol sminggu sekali ..Sampai sebulan jg msih sering muntah pusing.. Sampai skrang dah 3 bulan kalau kelamaan duduk berdiri kepala msih pusing leher tegang kaku pundak terasa berat sampai pengen muntah..
    Kira-kira sampai kapan kondisi normal kembali proses pemulihannya seperti apa? Atau admin punya kiat-kiat untuk mempercepat proses pemulihan.. Terima kasih.. Wassalamualaikum..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s