M A L P R A K T I K


@AuthorLestari Mahyudin, dr

Takut dituntut karena melakukan malpraktik adalah salah satu tragedi paling besar dari kedokteran modern. Pencuri kebahagiaan dalam praktik medis ini telah mencuri sisi kemanusiaan dokter. Masyarakat kita mengatakan kalau kalangan dokter tidak berhak melakukan kesalahan. Dokter harus memiliki hak dalam berbuat kesalahan. Ilmu kedokteran sangat tidak sempurna, karena itu mustahil untuk tahu dengan pasti, sebelum merawat seorang pasien, hasilnya akan seperti apa. Setiap pengobatan adalah eksperimen, dan setiap dokter yang bijaksana harus mengambil risiko untuk berusaha menolong pasien. Ketidakcakapan adalah persoalan lain: jika seorang profesional di bidang kesehatan tidak kompeten, dia seharusnya tidak melakukan praktik.

Rasa takut bukanlah dasar untuk melaksanakan praktik kedokteran. Rasa takut ini mencegah banyak tenaga profesional untuk menjalankan praktik di luar kantor mereka, menawarkan saran yang diperlukan, atau mencoba pengobatan yang lain. Rasa takut menghalangi intuisi, termasuk menyebabkan banyak dokter meresepkan pengobatan ”sesuai petunjuk” bahkan saat mereka yakin kalau pengobatan itu tidak mencukupi atau kemungkinan besar berbahaya. Tidak ada ruang untuk kreativitas. Di sepanjang karir mereka, rasa takut ini akan memaksa mereka mencari jalan untuk meloloskan diri. Kekompakan tim dalam melakukan perawatan kemudian terancam karena salah satu anggota mungkin diumpankan sebagai kambing hitam atas kesalahan orang lain.

Seluruh sistem malpraktik secara tak sengaja memperkuat konsep dokter sebagai dewa. Jika dokter tidak boleh melakukan kesalahan, mereka harus sempurna. Tapi dalam praktik kedokteran, dengan semua ketidaksempurnaanya, seorang dokter dapat melakukan kesalahan, menyakiti pasien, dan terkadang bahkan membunuh mereka. Kita pasti malu untuk mengakui hal ini. Tapi saya yakin kalau keahlian medis seseorang tidak akan pernah meningkat berkat tuntutan malpraktik. Saya berani mengatakan bahwa tuntutan hukumlah yang lebih sering merusak kemampuan seorang dokter.

Konsep dokter sebagai dewa menunjukkan bahwa pasien adalah penerima pasif dari pengobatan dan bahwa dokter bertanggung jawab atas kesembuhan atau kesehatan pasien. Ini tidak benar, pada akhirnya, kesehatan adalah tanggung jawab setiap orang. Kebanyakan masalah kesehatan sangat berkaitan dengan gaya hidup. Dokter baru dipanggil begitu kerusakan sudah mencapai tingkat tertentu. Kita harus menghilangkan pandangan bahwa kedokteran atau sains memiliki jawaban untuk semua masalah kita. Sains adalah penyelidikan dan proses, bukan produk. Tidak ada hukum yang mengatur apakah suatu penyakit harus ditangani oleh seorang dokter bedah, internis, atau ahli terapi yang lain. Pasien dan keluarganya harus memasuki dialog yang penuh dengan ketidakpastian dan keraguan, dan mengutarakan kekhawatiran mereka.  Keberanian, baik dari tenaga profesional di bidang perawatan kesehatan maupun pasien, untuk mengambil risiko bergulat dengan hal-hal yang tidak diketahui harus dihargai, bukannya dihalangi dengan rasa takut.

Semoga catatan ini membuat kita termotivasi untuk menemukan cara terbaik bagi setiap pasien agar sehat. Semoga sebagai seorang dokter kita bekerja dengan pasien sepanjang hidup kita, dan membantu para pasien mengejar gaya hidup yang sehat sehingga mereka akan jarang membutuhkan bantuan medis. Membangun persahabatan yang sangat dekat sehingga tuntutan hukum tidak akan pernah ada. Singkatnya, kita para dokter akan berusaha melakukan yang terbaik untuk merawat para pasien, sehingga mereka tidak akan pernah merasa terancam.

Sumber :
–          Patch Adams M.D. dan Maureen Mylander. Patch Adams. Penerbit: B-First, halaman 58-61)

One response to “M A L P R A K T I K

  1. Pingback: Tweets that mention M A L P R A K T I K « Belibis A-17

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s