TUMOR WILMS


Author : Yuanda Rizawan, S. Ked. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 2010.

LATAR BELAKANG

Pada bulan Juni 1877, Dr. Thomas Jessop berhasil melakukan operasi nephrectomy pertamanya pada anak umur 2 tahun, yang menderita hematuria dan proses malignansi yang besar pada ginjal kiri. Pada saat itu belum ada deskripsi yang jelas tentang penyakit anak tersebut. Lalu pada tahun 1899, Max Wilms, seorang ahli bedah, melakukan review terhadap literatur tentang tumor renal pada anak-anak, dia menyadari adanya kesamaan lesi pada lesi yang digambarkan oleh sarkoma renal kongenital, sarkoma embryonal, adenomyosarcoma, sarkoma mesoblastic, dan sarcoma muscularis. Wilms menambahkan 7 kasus miliknya dan menemukan deskripsi tumor klasik yang sekarang dikenal dengan menggunakan namanya dan merupakan tumor renal yang paling sering pada anak-anak 1,2.

Tumor Wilms yang dikenal juga dengan nama nephroblastoma merupakan tumor embryonal yang berkembang dari sisa jaringan ginjal yang imatur. Secara histologis, tumor Wilms dikategorikan menjadi 2 pola yang berbeda yaitu favorable dan unfavorable. Dari gambaran klinis pasien, adanya massa pada daerah abdomen merupakan gambaran khas tumor Wilms dan dapat diraba pada lebih dari 90% pasien. USG abdomen dan IVP merupakan pemeriksaan yang rutin dilakukan pada anak yang diduga menderita tumor Wilms. Stadium yang akurat merupakan hal yang sangat penting pada tumor Wilms. Sistem yang digunakan secara luas adalah sistem yang dikembangkan oleh The National Wilms’ Tumor Study Group3.

Terapi untuk Wilms’ tumor telah berkembang dari eksisi surgikal sebagai metode utama dan dikombinasikan dengan terapi multimodal yaitu kemoterapi dan radioterapi. Terapi multimodal ini merupakan contoh kesuksesan kolaborasi multidisipliner antara The National Wilms’ Tumor Study Group dan Societe Internationale d’Oncologie Pediatrique Dengan terapi multimodal ini angka kesembuhan pasien dengan Wilms tumor secara dramatis berubah dari hampir fatal sampai 80-90% survival secara umum2,3,4.

DEFINISI

Tumor Wilms merupakan keganasan genitourinarius yang paling sering pada anak-anak, tumor ini adalah neoplasma embryonal triphasic yang mengandung berbagai proporsi dari blastema, stroma dan epithelium5.

EPIDEMIOLOGI

Tumor Wilms terhitung 8% dari seluruh penyakit keganasan pada anak5,6. Usia puncak berada pada usia 2-4 tahun. Insidennya menempati tempat ke 5 diantara kasus tumor solid pada anak, setelah tumor susunan saraf pusat, lymphoma, neuroblastoma dan sarkoma jaringan lunak5. Frekuensi insidens tumor Wilms sekitar 0,8 kasus per 100.000 orang. Di Amerika Serikat sekitar 500 kasus baru didiagnosis setiap tahun4. Di India, jumlah kasus tumor Wilms sebesar 3,5% dari sekitar 800 kanker pediatri per tahun, dan menempati tempat ketiga diantara kasus tumor solid setelah tumor otak dan neuroblastoma1. Di Turki, dari January 1978 sampai dengan Desember 1996 , 106 pasien didiagnosis tumor Wilms5. Di Indonesia, di RSUD Dr. Soetomo, jumlah pasien tumor Wilms yang didiagnosis dari tahun 1989 sampai dengan 2003 sebanyak 70 kasus3.

>>>Baca Selengkapnya (Read More…)<<<

7 responses to “TUMOR WILMS

  1. info yang menarik

  2. oohoaoaoaooaooo…

    sip2….

  3. tulisannya… xixixiixixi

  4. zangetsu

    moga tambah banyak bg…..

    Ya2N^_^ :
    yo….
    apanya yang tambah banyak dek???

    hehehe…

  5. Sip, Anonymous…ini created by Editor dan Author barunya Belibis A-17….bakal banyak lagi neh sepertinya hasil kombinasi mereka…

  6. muantabb….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s