FRAKTUR DIAFISIS TIBIA


Author : Lestari Mahyudin. Fakultas Kedoteran Universitas Riau. 2010.

PENDAHULUAN

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas dari tulang, sering diikuti oleh kerusakan jaringan lunak dengan berbagai macam derajat, mengenai pembuluh darah, otot dan persarafan. Fraktur tulang panjang yang paling sering terjadi adalah fraktur pada tibia. Pusat Nasional Kesehatan di luar negeri melaporkan bahwa fraktur ini berjumlah ±77.000 orang, dan ada di 569.000 rumah sakit tiap hari /tahunnya. Pada fraktur tibia, dapat terjadi fraktur pada bagian diafisis. Fraktur diafisis tibia termasuk luka kompleks, sehingga tentunya penanganannya juga tidak sederhana.1,2,3 Di bawah ini adalah gambar ossis tibia4

Gambar 1. Os Tibia

EPIDEMIOLOGI

Tendensi untuk terjadinya fraktur tibia terdapat pada pasien-pasien usia lanjut yang terjatuh, dan pada populasi ini sering ditemukan fraktur tipe III, fraktur terbuka dengan fraktur kominutif. Pada pasien-pasien usia muda, mekanisme trauma yang paling sering adalah kecelakaan kendaraan bermotor.1

Orthopaedic Trauma Association (OTA) mengklasifikasikan fraktur pada tulang menjadi1:

  • Tipe A (simpel)
  • Tipe B (wedge)
  • Tipe C (kompleks)

Fraktur di atas akan dibahas lebih lanjut nantinya.

Trauma yang menyebabkan tulang patah dapat berupa trauma langsung, misalnya benturan pada tibia yang menyebabkan fraktur tibia, dapat juga berupa trauma tidak langsung, misalnya jatuh bertumpu pada tulang tibia. Akibat trauma pada tulang bergantung pada jenis truma, kekuatan, dan arahnya. Trauma tajam yang langsung atau trauma tumpul yang kuat dapat menyebabkan tulang fraktur dengan luka terbuka sampai ke tulang yang disebut fraktur terbuka.5

RIWAYAT PENYAKIT DAN PEMERIKSAAN FISIK PADA FRAKTUR DIAFISIS TIBIA

Pasien yang mengalami fraktur diafisis tibia merasakan nyeri di tungkai setelah mengalami kecelakaan. Informasi mengenai mekanisme trauma dan waktu terjadinya, apakah ada reduksi atau manipulasi yang dilakukan pada ekstremitas, dan riwayat medis pasien harus didapatkan dengan lengkap saat terjadi fraktur.6

Inspeksi (Look)

Seluruh pakaian yang melekat pada ekstremitas pasien harus dilepaskan dari tungkai. Gambaran dari ekstremitas tersebut harus dicatat adakah luka terbuka, memar, bengkak, dan hangat pada perabaan. Luka harus diperiksa ukurannya, lokasinya, dan derajat kontaminasinya.6

a.   Deformitas

Deformitas sering menunjukkan level dari fraktur. Dari adanya kelainan bentuk, bisa diduga adanya fraktur dari tulang.6

b. Membandingkan dengan tungkai yang kontralateral

Untuk melihat apakah ada udem di bagian tungkai, maka tungkai yang sakit di bandingkaan dengan yang sehat. Beratnya udem juga memperlihatkan tingkat keparahan dari cidera.6

c.   Warna

Warna dari ekstremitas memberikan informasi mengenai perfusi dari tungkai. Warna yang kemerah-merahan menunjukkan oksigenasi darah di kapiler baik. Warna yang keabu-abuan menunjukkan penurunan dari oksigenasi jaringan.6

d.   Gerakan

Setelah melihat tungkai pasien, seorang dokter harus melihat apa yang bisa pasien lakukan dengan tungkainya sebelum melakukan palpasi atau memanipulasinya. Perhatikan saat fleksi, ekstensi dari lutut, ankle, dan ujung kaki. Terkadang pasien merasa sakit pada bagian ini saat pemeriksaan.6

>>>BACA SELENGKAPNYA (READ MORE)<<<

One response to “FRAKTUR DIAFISIS TIBIA

  1. re_na61@yahoo.com

    Fraktur adalah salah satu fungsi tulang yang mengalami kerusakan / patah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s