SKLERITIS


Authors : Lia Septina, S. Ked, Etika Pujiwati, S. Ked, Rahmi Sahreni, S. Ked. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 2009.

—–

PENDAHULUAN

—–Skleritis adalah gangguan granulomatosa kronik yang ditandai oleh destruksi kolagen, sebukan sel, dan kelainan vaskular yang mengisyaratkan adanya vaskulitis. Skleritis disebabkan oleh berbagai macam penyakit baik penyakit autoimun ataupun penyakit sistemik.

—–Data di Amerika Serikat menunjukkan bahwa skleritis merupakan penyakit yang jarang dijumpai. Insiden penyakitnya sangat sulit ditemukan. Prevalensi skleritis diperkirakan mencapai 6 kasus dari 10.000 populasi, 94% diantaranya dengan skleritis anterior dan 6% adalah skleritis posterior. Dari data internasional, tidak ada distribusi geografis yang pasti mengenai insiden skleritis. Pada 15% kasus, skleritis bermanifestasi sebagai gangguan kolagen vaskular dan gejala bertambah hingga beberapa bulan. Angka morbiditas ditentukan oleh penyakit primer skleritis itu sendiri dan penyakit sistemik yang menyertai. Rasio antara perempuan dan laki-laki adalah 1,6:1. Berdasarkan umur skleritis biasanya terjadi pada usia 11-87 tahun, dan rata-rata orang yang menderita skleritia adalah usia 52 tahun.

—–Skleritis dapat menimbulkan berbagai komplikasi jika tidak ditangani dengan baik berupa keratitis, uveitis, galukoma, granuloma subretina, ablasio retina eksudatif, proptosis, katarak, dan hipermetropia.  Penatalaksanaan skleritis tergantung pada penyakit yang mendasarinya. Oleh karena itu perlu diagnosis yang tepat sesuai dengan etiologinya guna penatalaksanaan lebih lanjut.

—–—-
—–
A. SKLERA
1. ANATOMI SKLERA

—–Sklera yang juga dikenal sebagai bagian putih bola mata, merupakan kelanjutan dari kornea. Sklera berwarna putih buram dan tidak tembus cahaya, kecuali di bagian depan bersifat transparan yang disebut kornea. Sklera merupakan dinding bola mata yang paling keras dengan jaringan pengikat yang tebal, yang tersusun oleh serat kolagen, jaringan fibrosa dan proteoglikan dengan berbagai ukuran. Pada anak-anak, sklera lebih tipis dan menunjukkan sejumlah pigmen, yang tampak sebagai warna biru. Sedangkan pada dewasa karena terdapatnya deposit lemak, sklera tampak sebagai garis kuning.

(Dikutip dari kepustakaan Subramanian, 2008)

(Dikutip dari kepustakaan Subramanian, 2008)


4 responses to “SKLERITIS

  1. Salam juga, Dek Melanie….
    prevalensi kejadian skleritis saya rasa cukup banyak di tulis di literatur, jurnal, dan situs kesehatan resmi…bisa di lihat dari rujukan tulisan ini, ato bisa dilihat di sini : http://ascrs2008.abstractsnet.com/handouts/000174_392948_ASCRS_2008.ppt

    Untuk usia, tidak ada yang bisa memastikan…namun tinjauannya adalah penlitian epidemiologi yang telah dilakukan sebelumnya, misal bisa dilihat di : http://books.google.co.id/books?id=Eybg7fbs65MC&pg=PA582&lpg=PA582&dq=scleritis+based+on+age&source=bl&ots=gCX7MDrcux&sig=Uzmj1czQQdC6MaUMqC1SEH0cvzo&hl=id&ei=42PfTLvUDI7qvQPuoMS2Dg&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=9&ved=0CFkQ6AEwCA#v=onepage&q=scleritis%20based%20on%20age&f=false

    Semangat untuk skripsinya…

  2. Meilani Ayu Lestari

    dok… kenalkan ne mei mahasiswa kedokteran tingkat 3 Univ.Tanjungpura-KALBAR…

    saya tertarik mengenai penyakit mata.. dan untuk skripsi,saya mengambil tentang karakteristik penderita skleritis… tapi saya kesulitan dalam mencari sumber tentang skleritis.. kalo dokter lia, dr.etika dan dr.rahmi tidak keberatan,saya ingin minta sarannya tentang skleritis..

    Untuk skleritis nie, apa uda ada data prevalensinya di indonesia?? trus,untuk penderita skleritis apa ada kategori umur yg pasti?? bisa tolong disertakan juga dengan sumbernya dok?? makasiiee ya… mohon balasannya….

  3. Mbak, ika….
    mungkin benjolan/ parut yang muncul tersebut merupakan gejala sisa dari peradangan sebelumnya…
    untuk tindak lanjutnya, mbak sebaiknya konsultasi dengan Dokter Spesialis Mata di daerah mbak tinggal.

    terimakasih.

  4. ikha wavita

    Saya mengalami gejala2 penyakit mata seperti skleritis. mata merah,pedih,dan ada benjolan pada putih mata.kata dokter saya menderita radang mata. dan saya obati merah pada mata saya hilang tapi benjolannya masih ada. lalu bagaimana cara mengatasinya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s