Erupsi Akneiformis


Authors : Abdul Gaffar Rizkillah, S.Ked, Tengku Anita, S.Ked, Oktarina Hasan, S.Ked. Fakultas Kedokteran Universitas Riau.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

—-Erupsi akneiformis adalah suatu kelainan kulit yang menyerupai akne, berupa reaksi peradangan folikular dengan manifestasi klinis papulopustular. Bork pada tahun 1988 mendefinisikan erupsi akneiformis sebagai suatu reaksi inflamasi yang bermanifestasi klinis sebagai papula dan pustula dan menekankan ketiadaan komedo sebagai perbedaan yang mendasar antara erupsi akneiformis dengan akne. Akan tetapi komedo dapat muncul secara sekunder jika erupsi tersebut sudah berlangsung lama. 1,2

—-Etiologi erupsi akneiformis sampai saat ini masih belum dapat diketahui secara pasti, namun diduga erupsi akneiformis disebabkan oleh obat, baik obat-obatan yang digunakan secara sistemik maupun yang digunakan secara topikal. Erupsi akneformis adalah reaksi kulit yang berupa peradangan folikular akibat adanya iritasi epitel duktus pilosebasea yang terjadi karena eksresi substansi penyebab (obat) pada kelenjar kulit. Umumnya reaksi pada kulit atau daerah mukokutan yang terjadi sebagai akibat pemberian obat (erupsi obat) timbul karena reaksi hipersensitivitas berdasarkan mekanisme imunologis, tetapi reaksi ini juga dapat terjadi melalui mekanisme non imunologis yang disebabkan karena dosis yang berlebihan, akumulasi obat atau karena efek farmakologi yang tidak diinginkan.1,3

—-Kasus erupsi akneformis akibat obat (drug-induced acneiform eruption / DAE) awalnya sudah dilaporkan sejak tahun 1928 ketika lesi yang menyerupai akne muncul dengan penggunaan iodida dan hidrokarbon klorinat. Erupsi akneiformis mulai tercatat sebagai salah satu dari beberapa efek samping steroid saat pengenalan steroid dalam terapi medis pada tahun 50-an. Pada tahun 1959, Bereston melaporkan timbulnya erupsi akneiformis seiring dengan penggunaan isoniazid (INH). Sejak itu, berbagai macam obat ditemukan sebagai penyebab erupsi akneiformis. 2

erupsi-akneformis-penggunaan-steroid

Gambar. Erupsi akneformis akibat penggunaan steroid.10

—–Bagian Dermatologi Rumah Sakit Christian M edical Vellore di India selama periode 2 tahun melaporkan 78 % dari 56 orang pasien baru dermatosis akneiformis disebabkan oleh penggunaan obat. Dari 78 % tersebut didapatkan perbandingan antara penderita laki-laki dan perempuan sebanyak 2 : 1.2 Oleh karena itu perlu ditegakkan diagnosis yang tepat dari gangguan ini karena kasus ini memberikan manifestasi yang serupa dengan gangguan kulit lain pada umumnya. Id entifikasi dan anamnesis yang tepat dari penyebab timbulnya reaksi obat adalah salah satu hal penting untuk memberikan tatalaksana yang cepat dan tepat bagi penderita dengan tujuan membantu meningkatkan prognosis serta menurunkan angka morbiditas.1,3,4,5

—-

Metode Penulisan

Penulisan makalah ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan mengacu pada beberapa literatur

—-

—-

TINJAUAN PUSTAKA

—-

Definisi

—-Erupsi akneformis adalah kelainan kulit yang menyerupai akne yang berupa reaksi peradangan folikuler dengan manifestasi klinis papulopustular.1

—-

Etiologi

—-Etiologi penyakit ini masih belum jelas. Semula erupsi akneformis disangka sebagai salah satu jenis akne, namun kemudian diketahui bahwa etiopatogenesis dan gejalanya berbeda. Induksi obat yang diberikan secara sistemik diakui sebagai faktor penyebab yang paling utama seperti yang tercantum dalam tabel 2.1. Ada pula yang mengganggap bahwa erupsi akneformis dapat disebabkan oleh aplikasi topikal kortikosteroid, psoralen dan ultraviolet A (PUVA) atau radiasi, bahkan berbagai bahan kimia yang kontak ke kulit akibat kerja (minyak, klor), kosmetika, atau tekanan pada kulit. 1,5

—-

Tabel 1 Obat dan bahan yang diduga menyebabkan erupsi akneformis. 1,2,5

Hormon dan steroid Antibiotik
– gonadotropin – tetrasiklin                   – co-trimoxazole
– androgen- steroid anabolik- steroid topikal dan oral – penisilin                     – doxicyclin- kloramfenikol- o floxacin
Senyawa halogen Vitamin
– bromida – riboflavin (B2)
– iodida- halotan – piridoksin (B6)- sianokobalamin (B12)
Obat antikonvulsi Obat lain
– fenitoin – Lithium
– fenobarbital- troxidone – Kloral hidrat- Disulfiram
Obat anti Tuberkulosis – Psorialen dengan ultraviolet A
– isoniazid (INH)- rifampisin

—-

Patogenesis

—-Mekanisme patogenesis terjadinya erupsi akneiformis belum diketahui secara pasti. John Hunter dkk menyatakan bahwa erupsi akneiformis terjadi melalui mekanisme non imunologis yang dapat disebabkan karena dosis yang berlebihan, akumulasi obat atau karen a efek farmakologi yang tidak diinginkan. Andrew J.M dalam bahasannya tentang Cutaneous Drug Eruption menyatakan bahwa mekanisme non imunologis merupakan suatu reaksi pseudo-allergic yang menyerupai reaksi alergi, tetapi tidak bersifat antibody-dependent. Ada satu atau lebih mekanisme yang terlibat dalam reaksi tersebut, yaitu: pelepasan mediator sel mast dengan cara langsung, aktivasi langsung dari sistem komplemen, atau pengaruh langsung pada metabolisme enzim asam arachidonat sel. Selain itu adanya efek sekunder yang merupakan bagian dari efek farmakologis obat, juga dapat menimbulkan manifestasi di jaringan kulit. 2,3,6,7.…Baca selengkapnya (Read more…)

5 responses to “Erupsi Akneiformis

  1. terima kasih. artikelnya sangat membantu.

  2. Masalah biaya bisa ditanyakan langsung di tempat anda berobat..
    Dan saya rasa biayanya tergolong murah. (murah dan mahal relatif bagi setiap orang)

  3. berapa kira2 biaya yang dikeluarkan untuk mengobati penyakit ini . soalnya saya pikir saya terkena penyakit ini . karena punggung saya dipenuhi bintil-bintil hitam,namun bukan jerawat

  4. Pingback: | Arfgan Blog!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s