Panduan : Program Kreativitas Mahasiswa Penulisan Ilmiah


PENJELASAN UMUM

—-Program Kreativitas Mahasiswa Penulisan Ilmiah, disingkat PKMI, merupakan salah satu dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dikoordinasikan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Berbeda dengan keempat jenis PKM yang lain [PKM Penelitian (PKMP), PKM Penerapan Teknologi (PKMT), PKM Kewirausahaan (PKMK), dan PKM Pengabdian Masyarakat (PKMM)] yang merupakan program pelaksanaan kegiatan fisik, dalam PKMI tidak ada kegiatan fisik berupa penelitian, penerapan teknologi, kewirausahaan maupun pengabdian kepada masyarakat. Dalam keempat jenis PKM yang lain, kelompok mahasiswa mengajukan usulan kegiatan yang akan didanai oleh DP2M, sebaliknya dalam PKMI kelompok mahasiswa mengusulkan suatu karya tulis dalam bentuk artikel ilmiah. Karya tersebut ditulis berdasarkan pada kegiatan yang telah selesai dilakukan oleh kelompok mahasiswa pengusul tersebut, untuk memenangkan hadiah atau insentif apabila dinilai baik oleh tim penilai.

—-Program Kreativitas Mahasiswa Penulisan Ilmiah bertujuan memacu kemampuan mahasiswa untuk menuangkan pemikiran dan hasil-hasil kegiatan ilmiah yang telah dilakukannnya dalam bentuk sebuah artikel ilmiah yang mengacu kepada standar penulisan jurnal ilmiah. Dengan demikian program ini diharapkan mampu mengantarkan mahasiswa untuk memiliki kemampuan menulis secara runut yang meliputi kemampuan untuk menguraikan suatu permasalahan sehingga mendorong perlunya dilakukan usaha pemecahan masalah atau pencarian solusi dengan tujuan tertentu, kaitannya dengan usaha-usaha yang mungkin telah dilakukan oleh orang lain, teknik dan landasan metode pemecahan masalah yang dipilih disertai dengan kemampuan menguraikan landasan teori yang terkait dengan permasalahan yang dibahas, serta ketajaman dalam membahas dan menganalisis hasil yang diperoleh, yang akhirnya bermuara pada penyimpulan dari pemecahan masalah yang telah dilakukan.

Dampak lain yang ingin dicapai melalui program ini ialah terjadinya diseminasi

hasil kegiatan mahasiswa yang cukup berarti sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap kemajuan ilmu dan teknologi. Hal ini akan tercapai terutama apabila artikel yang telah dinyatakan lolos oleh tim reviewer dapat diterbitkan dalam salah satu jurnal ilmiah di bidangnya yang terbit di tanah air. Berkaitan dengan harapan ini, pihak DP2M Ditjen Dikti juga merencanakan untuk meng-upload artikel PKMI yang lolos seleksi untuk diletakkan di situs web Dikti (http://www.dikti.org).

Ada tiga karakteristik utama dari PKMI, yaitu: a) tidak ada usulan pembiayaan; b) usulan berupa artikel ilmiah siap terbit yang mengikuti kaidah penulisan ilmiah yang lazim dijumpai di jurnal ilmiah; c) sumber penulisan artikel ilmiah tersebut adalah kegiatan yang telah selesai dilakukan dan pelaku kegiatan tersebut adalah kelompok mahasiswa pengusul/pembuat artikel ilmiah PKMI. Karakteristik terakhir ini sekaligus menunjukkan bahwa sumber penulisan merupakan kegiatan, bukan laporan. Kegiatan yang dapat dijadikan sumber penulisan ialah kegiatan ilmiah yang memiliki aspek pemecahan masalah (problem solving), bisa dalam bentuk Praktek Lapang, Kuliah Kerja Nyata, Magang,

Penelitian oleh kelompok mahasiswa secara mandiri (bagi mahasiswa yang membentuk Kelompok Studi/Riset misalnya), Studi Kasus Kelompok dalam rangka Tugas Khusus Mata Kuliah tertentu, serta kegiatan lain dalam rangka kompetisi ilmiah seperti PKMP, PKMT, PKMK, PKMM, Program Kewirausahaan dan Penelitian Inovatif terkait dengan kegiatan Program Due-Like atau lainnya. Untuk kegiatan yang telah selesai dilakukan tersebut, kemungkinan sudah dibuat sebuah laporan lengkap oleh kelompok mahasiswa yang bersangkutan sehingga akan mempermudah bagi kelompok mahasiswa pengusul untuk menulis ulang dalam bentuk artikel ilmiah, namun bukan berarti kegiatan yang belum ada laporannya tidak dapat dijadikan sumber penulisan ilmiah. Sebagai catatan, apabila dari kegiatan tersebut pernah dibuat suatu artikel ilmiah (bukan laporan kegiatan) dan telah diterbitkan atau memenangkan suatu lomba penulisan ilmiah, maka penulisan untuk PKMI dengan judul yang sama tidak diperbolehkan.

<<<Baca selengkapnya (Read more…)>>>

2 responses to “Panduan : Program Kreativitas Mahasiswa Penulisan Ilmiah

  1. Scholarly Writing
    (Penulisan Ilmiah)
    Buku Research Design
    John W.Cresswell

    Pokok Bahasan
    A. Pendahuluan
    B. Menulis adalah Berfikir
    C. MembangunKebiasaan Menulis
    D. Kemudahan Membaca Naskah
    E. Struktur Kalimat Dalam Naskah
    F. Program Komputer Untuk menulis
    G. Rangkuman

    A.Pendahuluan
    Penulisan ilmiah merupakan penulisan yang biasa digunakan untuk menulis karya ilmiah seperti disertasi atau jurnal ilmiah.
    Proses penulisannya harus menghasilkan karya yang bermutu yang mudah dipahami dengan menggunakan istilah istilah sesuai, tata bahasa yang baik dan menggunakan kalimat –kalimat yang efektif dengan kata naratif yang sesuai.

    B.Menulis adalah Berfikir
    Para peneliti sepakat bahwa menulis adalah berfikir karena membuat konsep suatu sebuah topik.
    Rekomendasi untuk peneliti :
    Sebelum preoses penelitian, tuliskan idenya, dari pada hanya berupa lisan.
    Pada awal penulisan, buatlah draf-draf tulisan, hindarkan berupaya memperbaiki draf tersebut.
    Perbaiki draft di akhir proses
    Menurut Franklin (1986) model penulisan meiputi tiga tahap :

    (1) Buatlah garis besar (outline), bisa berupa kalimat, ikhtisar,
    skema
    (2) Membuat draft dengan memindahkan ide ide pokok dalam
    bentuk draft naskah
    (3) Koreksi naskah

    C. Mengembangkan kebisaan menulis
    Mengembangkan kebiasaan menulis yang baik (Boice,1990) :

    Buatlah menulis sebagai kebiasaan sehari-hari bagaimanapun kondisinya
    Buatlah bagan kegiatan sehari-hari anda, untuk satu atau dua minggu dengan blok waktu setengah jam, apabiloa tidak punya waktu menulis teratur
    Menulis ketika pikiran anda segar
    Hindari menulis asal-asalan
    Menulislah sedikit-sedikit tetapi teratur
    Buatlah jadwal menulis secara teratur, untuk membuat suatu naskah
    Buatlah daftar harian dengan menentukan target hasil tulisan, misalnya waktu,jumlah halaman dan persentase yang harus diselesaikan.
    Utamakan melaksanakan proses penulisan di atas kegiatan sehari-hari
    Diskusikan dengan rekan sebelum diterbitkan kepada umum
    Cobalah membuat dua atau tiga masalah secara bersamaan

    Berikut latihan untuk membuat tulisan deskriptif (Carrol,1990) :

    Jelaskan suatu obyek menurut bagian dan dimensinya, tanpa menyebutkan nama obyek terlebih dahulu.
    Tulislah dua orang percakapan atas suatu peristiwa yang dramatis
    Tulislah arah suatu tulisan untuk masalah yang komplek dan rumit
    Pilih suatu subyek, dan tulislah subyek tersebut dalam tiga ungkapan tulisan yang berbeda.
    D. Kecepatan membaca naskah
    Sejauh mana kecepatan pembaca memahami suatu naskah ?
    Panduannya :
    Gunakan istilah yang konsisten di sepanjang naskah
    Pertimbangkan jenis-jenis “pemikiran” dalam narasi yang mampu membawa pada pemahaman yang mudah bagi pembaca.

    Jenis-jenis “pemikiran” dalam narasi (Tarshis,1982)
    Pemikiran Payung :
    Ide kunci yang akan dijelaskan penulis

    Pemikiran Besar :
    Ide atau gagasan untuk menjelaskan ide kunci pada Pemikiran Payung

    Pemikiran Kecil :
    Ide atau gagasan yang memperkuat/menjelaskan pemikiran besar.

    Pemikiran minat/perhatian :
    Ide yang tujuannya untuk menjaga agar pembaca tetap berada pada alur tulisan, mengatur gagasan dan mempertahankan minat individu.

    E.Struktur Kalimat Dalam Naskah

    Merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan secara serius pada proses penulisan tahap akhir, sebagai perbaikan tulisan.

    Panduan dalam membangun struktur kalimat :

    Gunakan sebanyak mungkin kalimat aktif.
    Apabila menggunakan kalimat pasif, subyek dalam kalimat dihilangkan
    Upayakan mengoreksi draft tulisan untuk menghilangkan kata kata yang berlebihan
    Dalam proses perbaikan hilangkan penumpukan kata ganti atau kata depan yang berlebihan
    Gunakan Word Processing (WS) dengan mampu menampilkan program “Cek Ejaan” dan Program “Thesaurus”(Istilah)
    Gunakan Program WS yang mutahir lengkap dengan fitur-fitur barunya
    Cek tulisan secara keseluruhan dalam program “Corect Grammar”, untuk mencari kesalahan pengetikan dan akan memberi saran perbaikan.
    F.Program Komputer Untuk menulis
    Gunakan Word Processing (WS) dengan mampu menampilkan program “Cek Ejaan” dan Program “Thesaurus”(Istilah)
    Gunakan Program WS yang mutahir lengkap dengan fitur-fitur barunya
    Cek tulisan secara keseluruhan dalam program “Corect Grammar”, untuk mencari kesalahan pengetikan dan akan memberi saran perbaikan.

    G. Rangkuman
    Proses penulisannya harus menghasilkan karya yang bermutu yang mudah dipahami dengan menggunakan istilah istilah sesuai, tata bahasa yang baik dan menggunakan kalimat –kalimat yang efektif dengan kata naratif yang sesuai.sehingga hasil tulisan harus mudah dibaca

    Program WS untuk menyusun tulisan ilmiah sebaiknya menggunakan program terbaru untuk mendukung kualitas penulisan kata kata dalam tulisan ilmiah.

    Ya2N^_^ :
    Mbak Gadis ini maksudnya apa sih…???? mau comment apa Mau nulis……kaloe Mbak mau nampilin tulisannya di sini bisa kirim ke Email saya atau sampai kan di buku tamu…oke..!??

  2. Wahh… ini nich… kenapa nggak dari dulu aja yach guew tahu ini.. hehehe….

    Ya2N^_^ :
    bgslah mas….
    sekarang dah tau…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s