Retinopathy of Prematurity


Authors : Frisca Wulandari, S. Ked, Romadhiati, S. Ked. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 2008.

—-

PENDAHULUAN

—-

Latar Belakang

—-Retinopathy of Prematurity (ROP) dikenal juga dengan istilah retrolental fibroplasia, yang dapat menimbulkan kebutaan pada anak-anak.1

—-Pada tahun 1940-an dan 1950-an. Pada tahun 1942, ini pertamakali diuraikan oleh Terry dalam buku kedokteran. Dan pada tahun 1952, menurut teori Campbell, ROP disebabkan oleh penggunaan oksigen yang berlebihan untuk pengobatan. Tetapi dewasa ini, didapatkan bahwa tidak hanya oksigen yang  menjadi penyebab terjadinya ROP. Kadar oksigen yang tinggi berkaitan dengan timbulnya ROP.2

—-Angka kejadian ROP pada bayi prematur yaitu sekitar 16%. Bayi dengan berat badan lahir < 1500 gram, lebih dari 50% berkembang menjadi ROP. Di USA, lebih dari 2100 anak mengalami komplikasi dari ROP dan 500-1200 diantaranya mengalami kebutaan dan komplikasi yang serius.2

—-Berdasarkan Multicentre Trial of Cryotherapy for Retinopathy of Prematurity, menyatakan bahwa bayi yang memiliki risiko tinggi yaitu bayi dengan berat badan lahir  < 1250 gram.3

—-

Batasan Masalah

—-Referat ini membahas mengenai “Retinopathy of Prematurity” yang terdiri dari definisi, etiologi, patogenesis, klasifikasi, gejala klinis, diagnosis, diagnosis banding, penatalaksanaan dan prognosisnya.

—-

Metode Penulisan

—-Penulisan referat ini berdasarkan metode tinjauan pustaka yang mengacu kepada beberapa literatur.

—-

Tujuan Penulisan

—-Referat ini bertujuan untuk memahami definisi, etiologi, patogenesis, klasifikasi, gejala klinis, diagnosis, diagnosis banding, penatalaksanaan dan prognosis dari retinopati of prematurity. Dan dapat meningkatkan kemampuan dalam penulisan ilmiah di bidang kedokteran khususnya Ilmu Penyakit Mata.

—-

—-

TINJAUAN PUSTAKA

—-

Definisi

—-Retinopathy of prematurity (ROP) adalah suatu keadaan dimana terjadinya perkembangan abnormal pada pembuluh darah retina pada bayi prematur.1

Sinonim: retrolental fibroplasia.1

—-

Etiologi

—-Retina merupakan jaringan yang unik. Pembuluh darah retina mulai terbentuk pada 3 bulan setelah konsepsi dan menjadi lengkap pada waktu kelahiran normal. Jika bayi lahir sebelum waktunya, hal ini dapat mengganggu perkembangan mata. Pertumbuhan pembuluh darah mungkin saja terhenti atau tumbuh abnormal misalnya rapuh dan bocor, yang dapat menimbulkan perdarahan pada mata.1

—-Jaringan parut dapat terbentuk dan menarik retina terlepas dari permukaan dalam mata. Pada keadaan yang berat akan mengakibatkan hilangnya penglihatan.1

—-Dahulu, pemberian oksigen secara rutin pada bayi prematur menstimulasi pertumbuhan pembuluh abnormal. Dewasa ini, risiko terjadinya ROP adalah tergantung derajat prematuritasnya.1

—-Khususnya, semua bayi kurang dari 30 minggu masa gestasi atau dengan berat badan lahir kurang dari 3 pon perlu pemeriksaan lebih lanjut.1

—-Berikut ini adalah beberapa faktor risiko terjadinya ROP antara lain:1,2

1.      Bayi lahir < 32 minggu masa gestasi

2.      Penyakit jantung

3.      Asupan oksigen yang tinggi

4.      Berat badan lahir < 1500 gram

5.      Penyakit lain yang menyertai

6.      Anemia

7.      Kadar karbon dioksida yang tinggi

8.      Apnea

9.      Bradikardia

10.  Transfusi darah

11.  Perdarahan intraventrikuler

12.  Maternal, pada masa prenatal: kebiasaan merokok, diabetes, preeklamsia

—-

Patogenesis

—-Berikut ini adalah patogenesis dari ROP, yaitu:4

patogenesis-rop

Gambar 1. Patogenesis ROP4

—-

Klasifikasi

—-Retinopathy of prematurity dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasi, luas, derajat dan disertai “plus” disease.5

Berdasarkan lokasinya, dibagi menjadi 3 zona yang berpusat pada optik disk, antara lain:5

1.      Zona I

Dibatasi oleh lingkaran imajiner yang memiliki radius 2x jarak optik disk ke makula.

2.      Zona II

Meluas dari pinggir zona I ke titik tangensial sampai nasal ora serata dan area temporal.

3.      Zona III

Merupakan daerah sisa temporal anterior yang berbentuk sabit ke zona II.

Berdasarkan luasnya, ROP diklasifikasikan menurut arah putaran jam.5

Berdasarkan derajatnya, ROP diklasifikasikan menjadi:5

Derajat 1   : pertumbuhan pembuluh darah abnormal à ringan

Derajat 2   : pertumbuhan pembuluh darah abnormal à sedang

Derajat 3   : pertumbuhan pembuluh darah abnormal à berat

Derajat 4   : pertumbuhan pembuluh darah abnormal à berat ditambah robekan lapisan retina sebagian. Derajat 4 ini terbagi 2, yaitu 4A dan 4B.

Derajat 5   : robekan retina total

klasifikasi-rop-berdasarkan-derajatnyaGambar 2. Klasifikasi ROP berdasarkan derajatnya1

—-

Plus disease5

—-Merupakan vena yang berdilatasi dan arteri yang berkelok-kelok pada fundus posterior.

—-

Diagnosis

—-Semua bayi prematur dengan berat badan lahir dibawah dari 1500 gram dan masa gestasi dibawah 30 minggu harus diperiksa secara rutin untuk mengetahui ada atau tidaknya ROP. Bayi prematur akan diperiksa dini mulai 4 sampai 6 minggu setelah lahir.6

—-

Diagnosis Banding

—-Berikut ini adalah diagnosis banding dari ROP:7

—-

Incontinentia pigmenti

—-Merupakan kelainan X-linked dominan yang bisa menstimulasi ROP. Penyakit ini letal pada bayi laki-laki, hanya terdapat pada bayi perempuan. Pada bulan pertama, bayi memiliki pembuluh darah retina yang berkelok-kelok dengan tidak adanya perfusi pembuluh darah retina perifer.  Anomali okular lainnya seperti strabismus, katarak, myopia, nistagmus, blue sclera. selain terjadi anomali okular, sistem nervus sentral terganggu misalnya kejang, spastik paralisis dan retardasi mental.

—-

Familial exudatif vitreoretinopathy (FEVR)

—-Merupakan kelainan autosomal dominan fundus. Pasien dengan FEVR lahir normal tanpa kesulitan pernapasan atau asupan oksigen.

—-

White pupillary reflek.

—-Berkaitan dengan derajat 5 ROP yang mana member gambaran leukokoria seperti katarak kongenital, vitreus primer hiperplastik persisten, retinoblastoma, toxokariasis okular, uveitis intermediate, penyakit coat, perdarahan vitreus.

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan dari ROP dapat dijabarkan sebagai berikut:7

1.   Krioterapi

—-Krioterapi dilakukan dengan anestesi lokal, subkonjungtiva atau anestesi umum. Untuk anestesi topikal seperti proparakain hidroklorida atau tetrakain hidroklorida diolesi ke kornea setiap 20 menit selama penatalaksanaan.

—-Anestesi infiltrat diberikan injeksi 0,5 ml lidokain hidroklorida 1% kedalam subkonjungtiva. Untuk menghindari komplikasi kardiopulmonal tidak lebih dari 0,5 ml.

—-Sebelum krioterapi, pupil didilatasikan dengan ditetesi penilefrin hidroklorida 2,5% dan homotropin hidrobromide 2%.

—-Semua pasien yang diobati dengan krioterapi bisa mengalami edem periorbital, injeksi konjuktiva, kemosis. Udem periorbital bisa terlihat pada hari pertama, sedangkan injeksi konjungtiva dan kemosis dalam 1 – 2  minggu.

2.   Fotokoagulasi laser.

—-Media jernih merupakan hal yang perlu dalam kesuksesan fotokoagulasi laser  mata. Perubahan segmen anterior seperti katarak, kekeruhan kornea, perdarahan vitreus mungkin menghalangi pengobatan laser.

—-Komplikasi dari fotokoagulasi laser yaitu lesi didalam retina atau segment anterior, katarak, perdarahan vitreus. Komplikasi ini dikurangi dengan membatasi pergerakan infant, caranya dengan pemberian sedasi.

3. Sclera buckle

—-Indikasi dari sclera buckle untuk derajat 4B atau derajat 5 yaitu robeknya retina. Sedangkan kontraindikasi dari sclera buckle yaitu adanya perdarahan vitreus.

4.   Vitretomi

—-Pembedahan  vitreus digunakan pada derajat 4B dan derajat 5. dalam pembedahan harus dipertimbangkan kondisi bayi, dimana pembedahan ini dilakukan dengan anestesi umum dan banyak kontraindikasinya.

—-

Prognosis

—-Sebagian bayi premature ROP sembuh dengan tidak ada  masalah ketajaman penglihatan. Dan pertumbuhan pembuluh darah retina kembali normal tanpa penangganan. Bayi dengan ROP ringan bisa sembuh dengan komplek.

—-Satu dari 10 bayi dengan perubahan dini akan mengalami penyakit retina yang berat. ROP yang berat mungkin akan  menjadi kebutaan atau masalah dengan ketajaman penglihatan. Faktor yang penting dari semua ini adalah deteksi awal dan penangganan yang tepat.6

—-

—-

Daftar Pustaka

  1. Najm N. About Kids Health Premature Babbies Retinopathy of Prematurity. http//www.AboutKidsHealth.htm [diakses pada tanggal 07 Januari 2008]
  2. Windsor L. Understanding Retinopathy of Prematurity. http//www. Retinopathy of Prematurity, respironics.htm [diakses pada tanggal 07 Januari 2008]
  3. Flynn ET, Flynn TJ, Chang S. Pediatric Retinal Examination of Disease. In:Pediatric Ophtalmology A Clinical Guide. New York. Thieme Medical Publishers. 2000;264-5.
  4. Mustidjab. Screening and Management of Retinopathy of Prematurity.  Vol.42.No.04 Oktober-Desember. Department of Ophtalmology Airlangga University School of Medicine. 2006;270-6.
  5. Kansky JJ. Retinopathy of Prematurity in Clinical Ophtalmology A Systematic Approach. 3rd Edition. 1994;374-6.
  6. Najm N. Diagnosis of Retinopathy of Prematurity. http//www.AboutKidsHealth.htm [diakses pada tanggal 07 Januari 2008]
  7. McNamara A J, Connolly P. Retinopathy of Prematurity in Vitreoretinal Disease the essential. New York. Thieme Medical Publishers. 1999;177-90.

12 responses to “Retinopathy of Prematurity

  1. anak saya dianogsa ROP Zona 3 stadium 1 apakah itu berbahaya dan apakah bisa sembuh ?

  2. Seperti yang telas diterangkan dalam tulisan di atas, bu … sebaiknya ibu segera dan rutin untuk memeriksakan anak ibu ke dokter spesialis mata, dan mengikuti langkah2 penatalaksanaan yang dianjurkan, dan tentu kesembuhan adalah dari Allah, qta hanya berusaha dan berdoa.

  3. anak saya umur 4 minggu didiagnosa rop stadium 2. apakah bisa sembuh dengan sendirinya? terima kasih.

  4. Anak sy ROP skr berumur 4 thn mengalami kebutaan mohon informasi untuk pengobatan anak sy agar bisa melihat.

  5. ROP APA BISA DI SEMBUHKAN ATAU TIDA

  6. Riko kurniawan

    Wah pembahasan yg menarik,saya dr ptt d daerah st d jambi,dulu wktu kuliah,saya nggak ktmu bahan mgn ROP ini(atw mngkin saya malas belajar x ya),yg saya tanyakan kenapa terjadi leukorea pada pasien ROP?makasih ya

    Ya2N^_^ :
    mas, Riko…..
    saya udah baca2 juga…..tapi ga nemu tuh alasan yang tepat kenapa bisa leukorea….
    mungkin ada dari teman2 yang baca artikel ini minta bantu jawab ya…

    maaf….

  7. Faisal-bekasi

    Informasinya sangat bagus, mungkin sebaiknya pencegahan ROP disosialisasikan disetiap rumah sakit atau rumah bersalin dan selalu dievaluasi keahlian tenaga medisnya sehingga dapat menyelamatkan ribuan pasien yang kemungkinan menghadapi masalah ROP, saya kebetulan mempunyai pengalaman pahit masalah ini dan saya yakin masih banyak kasus seperti yang saya alami yang tak tercatat, anak saya sekarang sudah berumur 2.5 th masih berjuang dengan ROP stadium 5 ( mata kanan) dan stadium 4 (mata kiri ), saya baru mengetahui kalau anak saya terkena ROP saat ia berumur 4 bulan itupun atas inisiatif saya sendiri yang ingin memeriksakan kondisi buah hati saya yaitu dengan cara membawanya ke RS yang berbeda dan ternyata benar adanya bahwa anak saya terkena ROP, saya mencurigai kelainan ini karena saya telah melihat ada sedikit bintik putih bening ditengah kedua mata anak saya sejak ia lahir tapi oleh tenaga medis yang menangani dibiarkan dengan alasan tidak ada kelainan. Saya berharap agar pengalaman pahit saya tidak terjadi pada orang lain yaitu dengan cara peningkatan pengetahuan bagi tenaga medis maupun pasien yang akan menghadapi resiko kelahiran prematur. Jika ada yang dapat memberikan saran pada kami, saya sangat berterima kasih.

    Ya2N^_^ :
    Terimakasih atas komentar yang mas Faisal berikan……dan saya turut prihatin atas keadaan anak Mas…
    Sama juga dengan harapan saya telah mas Ucapkan sebelumnya….semoga bisang medis kita (Indonesia) makin maju sehingga hal-2 seperti di atas dapat di cegah seminimal mungkin…..

  8. Mohon do’anya ya, Nindya didiagnosa dokter mata kanan sudah ablasio trus mata kiri sudah ptisis

    Ya2N^_^ :
    Jangan menyerah, nindya… kesembuhan di tangan Tuhan! Keep the faith

  9. aku cuma mau menambahkan bahwa semakin bayi itu prematur maka angka kejadian ROP nya akan semakin tinggi, dan memerlukan pengobatan yang cepat, untuk menghindari terjadinya kebutaan

    Ya2N^_^ :
    Thanks, mas beben atas info nya….

  10. indri wijayanti

    Aslm..permisi y, referatmu kuambil untuk ditampilkan..hatur nuhun..^^

  11. makasih om, aku salah satu penderita ROP, White pupillary reflek. sementara ini doakan sembuh ya om..

    @alrifansy
    Sama2, Alrifansy….semoga Alrifansy cepat sembuh………..amin

  12. informasi yang bagus dan lengkap, bolehkah bunda link dan mengcopy artikel ini? terimakasih, salam hangat dari bunda dan balqiz

    Ya2N^_^ :
    Waalaikumsalam, Bunda dan balqiz…
    Boleh bunda….sama2…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s