KEGIATAN OPTIMALISASI PENGUMPULAN DATA SEKUNDER SUB PROGRAM KAJIAN DATA SURVEILANS EPIDEMIOLOGI


Author : Riri Julianti, S.Ked. Fakultas Kedokteran Universitas Riau.

—-

—-

PENDAHULUAN

—-Surveilans Epidemiologi (SE) adalah salah satu seksi yang ada di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas III Pekanbaru dimana seksi ini berada dalam satu seksi dengan kekarantinaan dan upaya pelayanan kesehatan.

—-Seksi Karantina, Surveilans Epidemiologi (KARSE) dan Upaya Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan, evaluasi, dan koordinasi pelaksanaan kekarantinaan, SE penyakit karantina dan penyakit menular potensial wabah, pengawasan alat angkut, lalu lintas Obat, Makanan Kosmetika dan Alat Kesehatan (OMKA), kesehatan terbatas, kesehatan haji, kesehatan kerja, kesehatan matra, vaksinasi internasional, jejaring kerja, kemitraan, kajian, serta pengembangan teknologi, pendidikan dan pelatihan bidang kekarantinaan, di wilayah kerja pelabuhan/bandara dan lintas batas darat.1

—-Berdasarkan Tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) seksi KARSE di KKP kelas III terdapat suatu sub program kajian data SE yang kegiatannya meliputi Mengumpul data dilapangan/sumber data (primer) atau dari instansi terkait (data sekunder), Pengolahan data sehingga menjadi informasi. Diseminasi informasi kepada pemangku kepentingan (Stake holder) yang memerlukan, Pencatatan dan Pelaporan.2

—-Pelaksanaan TUPOKSI sub program kajian data SE di KKP Kelas III Pekanbaru dijabarkan dalam rencana strategi 2007, dimana kegiatan SE berupa terdatanya penyakit karantina potensial wabah dengan elemen kegiatan berupa melakukan pengamatan penyakit menular dilapangan perbulan dengan mengambil data di Puskesmas yang ada di Wilayah kerja (Wilker) KKP Pekanbaru, melakukan rekapitulasi laporan bulanan penyakit menular, pengolahan analisa dan interprestasi data, pembuatan mapping penyakit menular, melakukan pemantauan situasi dan evaluasi perkembangan penyakit, pelatihan petugas surveilans, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas.3

—-Berdasarkan wawancara dengan petugas seksi SE diketahui pengamatan yang dilakukan berdasarkan data sekunder, dimana cara pengumpulan data secara pasif dan aktif dari Puskesmas yang berada dalam wilker KKP kelas III Pekanbaru, namun kegiatan ini masih mengalami kendala karena kurangnya koordinasi dari seksi SE dengan petugas Puskesmas sehingga sering terlambatnya seksi SE mendapat data dari Puskesmas, sedangkan kegiatan pengumpulan data adalah kegiatan dasar yang akan menentukan optimalnya kegiatan di seksi SE KKP Pekanbaru

—-Berdasarkan hal diataslah penulis mengangkat hal ini menjadi judul dalam makalah ini.

—-

Tujuan Kegiatan

Tujuan Umum

—-Optimalnya kegiatan pengumpulan data sekunder sub program kajian data SE di Wilker KKP kelas III Pekanbaru

Tujuan Khusus

  1. Teridentifikasinya masalah di sub program kajian data SE melalui data sekunder, wawancara, dan observasi
  2. Teranalisisnya setiap permasalahan yang ada di sub program kajian data SE
  3. Diketahuinya prioritas masalah yang ada di sub program kajian data SE melalui metode skoring
  4. Diperolehnya penyebab timbulnya masalah utama yang dihadapi oleh sub program kajian data SE melalui pendekatan/metode wawancara
  5. Diperolehnya beberapa solusi dan alternatif pemecahan masalah di sub program kajian data SE

—-

—-

TINJAUAN PUSTAKA

—-

SE Kesehatan

Definisi

—-SE adalah kegiatan pengamatan secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit atau masalah-masalah kesehatan serta kondisi yang mempengaruhi risiko terjadinya penyakit atau masalah-masalah kesehatan tersebut agar dapat melakukan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien melalui proses pengumpulan, pengolahan data dan penyebaran informasi epidemiologi kepada penyelenggara program kesehatan4

—-

Ruang Lingkup

—-Masalah kesehatan dapat disebabkan oleh berbagai sebab, oleh karena itu secara operasional masalah-masalah kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan sendiri, diperlukan tatalaksana terintegrasi dan komprehensif dengan kerjasama yang harmonis antar sektor dan antar program, sehingga perlu dikembangkan sub sistem SE kesehatan yang terdiri dari:5

1. SE Penyakit Menular

2. SE Penyakit Tidak Menular

3. SE Kesehatan Lingkungan dan Perilaku

4. SE Masalah Kesehatan

5. SE Kesehatan Matra

—-

Penyelenggaraan SE Kesehatan

—-Kegiatan SE kesehatan merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara terus menerus dan sistematis dengan mekanisme kerja sebagai berikut:5

1. Identifikasi kasus dan masalah kesehatan serta informasi terkait lainnya

2. Perekaman, pelaporan, dan pengolahan data

3. Analisis dan interpretasi data

4. Studi epidemiologi

5. Penyebaran informasi kepada unit yang membutuhkannya

6. Membuat rekomendasi dan alternatif tindak lanjut

7. Umpan balik.

—-Pelaksanaan SE kesehatan dapat menggunakan satu cara atau kombinasi dari beberapa cara penyelenggaraan SE. Cara-cara penyelenggaraan SE dibagi berdasarkan atas metode pelaksanaan, aktifitas pengumpulan data, pola pelaksanaannya penyelenggaraan berdasarkan kualitas pemeriksaan5

—-

Penyelenggaraan Berdasarkan Metode Pelaksanaan

  1. SE rutin terpadu adalah penyelenggaraan SE terhadap beberapa kejadian, permasalahan, dan atau faktor risiko kesehatan
  2. SE khusus adalah penyelenggaraan SE terhadap suatu kejadian, permasalahan, faktor risiko atau situasi khusus kesehatan
  3. Surveilans sentinel adalah penyelenggaraan SE pada populasi dan wilayah terbatas untuk mendapatkan signal adanya masalah kesehatan pada suatu populasi atau wilayah yang lebih luas.
  4. Studi epidemiologi adalah penyelenggaraan SE pada periode tertentu serta populasi dan atau wilayah tertentu untuk mengetahui lebih mendalam gambaran epidemiologi penyakit, permasalahan dan atau faktor risiko kesehatan3

Penyelenggaraan Berdasarkan Aktifitas Pengumpulan Data

  1. Surveilans aktif adalah penyelenggaraan SE dimana unit surveilans mengumpulkan data dengan cara mendatangi unit pelayanan kesehatan, masyarakat atau sumber data lainnya
  2. Surveilans pasif adalah penyelenggaraan SE dimana unit surveilans mengumpulkan data dengan cara menerima data tersebut dari unit pelayanan kesehatan, masyarakat atau sumber data lainnya5

Penyelenggaraan Berdasarkan Pola Pelaksanaan

  1. Pola Kedaruratan adalah kegiatan surveilans yang mengacu pada ketentuan yang berlaku untuk penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB), wabah dan bencana
  2. Pola Selain Kedaruratan adalah kegiatan surveilans yang mengacu pada ketentuan yang berlaku untuk keadaan diluar KLB, wabah dan bencana5

Penyelenggaraan Berdasarkan Kualitas Pemeriksaan

  1. Bukti klinis atau tanpa peralatan pemeriksaan, adalah kegiatan surveilans dimana data diperoleh berdasarkan pemeriksaan klinis atau tidak menggunakan peralatan pendukung pemeriksaan.
  2. Bukti laboratorium atau dengan peralatan khusus, adalah kegiatan surveilans dimana data diperoleh berdasarkan pemeriksaan laboratorium atau peralatan pendukung pemeriksaan lainnya5

—-

Sasaran Penyelenggaraan

—-Sasaran penyelenggaraan sistem SE kesehatan meliputi masalah-masalah yang berkaitan dengan program kesehatan yang ditetapkan berdasarkan prioritas nasional, bilateral, regional dan global, penyakit potensial wabah, bencana dan komitmen lintas sektor serta sasaran spesifik lokal atau daerah.

—-Setiap penyelenggaraan SE kesehatan disusun dalam suatu pedoman yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Sesuai kebutuhan nasional dapat dikembangkan penyelenggaraan SE kesehatan lainnya dengan keputusan Menteri Kesehatan, dan sesuai kebutuhan di daerah Provinsi dengan keputusan Gubernur Provinsi bersangkutan.5

—-

Tupoksi seksi KARSE di KKP Kelas III

—-SE merupakan satu seksi dengan kekarantinaan sehingga TUPOKSI bersamaan dengan karantina yang meliputi lima program pokok:2

A. Program Pengawasan Alat Angkut.

1. Sub Program Pengawasan Alat Angkut Laut

Kegiatan :

  • Pelayanan Radio Pratique
  • Penerbitan Free Pratique/Restricted Pratique
  • Pengawasan Maritim Declaration of Health (MDH) & Pelaksanaan Boarding ke alat angkut
  • Penerbitan Out Clearence (PHC)
  • Penerbitan Buku Kesehatan Kapal
  • Pengawasan Pelaksanaan Tindakan Kekarantinaan (Dekontaminasi, Desinfeksi, Desinseksi dan Deratisasi) terhadap alat angkut Laut oleh Badan Usaha Swasta (BUS)
  • Penerbitan Sertifikat Ship Sanitation Control Exemption Certificate/Ship Sanitation Control Certificate (SSCEC/SSCC) Alat Angkut
  • Pencatatan dan Pelaporan

2. Sub Program Pengawasan Alat Angkut Udara

Kegiatan :

  • Penerbitan Free Pratique
  • Pengawasan Health Part of Aircraft General Declaration (GENDEC) dan Pelaksanaan Boarding ke alat angkut.
  • Penerbitan Out Clearence
  • Penerbitan Sertifikat Hapus Serangga
  • Pengawasan Pelaksanaan Tindakan Kekarantinaan (Dekontaminasi, Desinfeksi,Desinseksi dan Deratisasi) terhadap alat angkut Udara oleh BUS.
  • Pencatatan dan Pelaporan

B. Program Pengawasan Lalu lintas Barang

1. Sub Program Pengawasan Obat, Makanan Kosmetika dan Alat Kesehatan (OMKA)

Kegiatan :

  • Pemeriksaan dokumen OMKA Eksport/ Import
  • Pemeriksaan sampel OMKA Eksport/ Import yang dicurigai.
  • Penerbitan sertifikat kesehatan OMKA Eksport
  • Penerbitan surat keterangan sehat OMKA Import
  • Rekomendasi Reimport komoditi OMKA yg tidak memenuhi syarat kesehatan.
  • Pencatatan dan Pelaporan

2. Sub Program Pengawasan lalulintas Bahan Spesimen Laboratorium

Kegiatan :

  • Penerbitan rekomendasi pengiriman spesimen laboratorium
  • Penerbitan sertifikat layak angkut spesimen laboratorium
  • Pencatatan dan pelaporan

3. Sub Program Pengawasan Bahan berbahaya (NUBIKA = Nuklir Biologi Kimia)

Kegiatan :

  • Pengamatan dan pelaporan alat angkut yang dicurigai membawa NUBIKA
  • Pelacakan berita NUBIKA dengan browser pencarian di dunia maya.
  • Pencatatan dan pelaporan

C. Program Pengawasan Lalulintas Orang

1. Sub Program Pengawasan Anak Buah Kapal (ABK)/Crew, Penumpang dan jemaah haji

Kegiatan :

  • Pengamatan penyakit karantina dan penyakit menular potensial wabah
  • Pengawasan dokumen kesehatan ABK/Crew, penumpang dan jemaah haji
  • Penerbitan alert card bagi pendatang dari negara tersangka /terjangkit.
  • Pencatatan dan pelaporan

2. Sub Program Pengawasan Masyarakat lingkungan Pelabuhan & Bandara

Kegiatan :

  • Surveilans penyakit menular potensial wabah dan non wabah
  • Pengolahan data untuk pengambilan keputusan bersumber data surveilans.
  • Pencatatan dan pelaporan

3. Sub Program Pengawasan Pengangkutan Orang Sakit & Jenazah.

Kegiatan :

  • Pengamatan penyakit karantina dan penyakit menular potensial wabah
  • Penerbitan sertifikat surat izin pengangkutan orang sakit
  • Penerbitan sertifikat surat izin pengangkutan jenazah
  • Pencatatan dan pelaporan

4. Sub Program Evakuasi Penderita Penyakit Menular

Kegiatan :

  • Melakukan evakuasi penderita penyakit karantina dan penyakit menular potensial wabah dari alat angkut ke ruang isolasi Rumah Sakit.
  • Pencatatan dan pelaporan.

—-

D. Program kajian dan pengembangan teknologi.

Kegiatan :

  • Mengumpul data dilapangan/ sumber data (primer) atau dari instansi terkait (data sekunder)
  • Pengolahan data sehingga menjadi informasi.
  • Diseminasi informasi kepada pemangku kepentingan (Stake holder) yang memerlukan.
  • Pencatatan dan pelaporan.

2. Sub Program Pengembangan Pemanfaatan Teknologi Informasi

Kegiatan :

  • Pembuatan dan pemeliharaan website
  • Pencarian Data Kemajuan teknologi bidang kekarantinaan dengan menggunakan browsing Internet.
  • Pencatatan dan pelaporan.

—-

E. Program Penanggulangan KLB, Pengembangan Jejaring dan Kemitraan

1. Sub Program Kerja Sama Lintas Sektor.

Kegiatan :

  • Menjalin kerja sama dengan lintas sektor dalam bentuk memorandum of understanding (MOU)
  • Mengikuti rapat-rapat lintas sektor
  • Pencatatan dan pelaporan.

2. Sub Program Penanggulangan KLB

Kegiatan :

  • Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) faktor-faktor yang berkaitan dengan KLB
  • Pengorganisasian Tim KLB
  • Pencatatan dan pelaporan.

3. Sub Program Pengawasan Pelanggaran Undang-Undang Bidang Kesehatan

Kegiatan :

  • Melaporkan adanya pelanggaran kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)
  • Menfasilitasi PPNS melalukan proses penyidikan
  • Pencatatan dan pelaporan.

—-

Kerangka Teori

—-Siklus PDCA merupakan suatu cara menyelesaikan masalah dengan melakukan 4 tahapan utama yaitu Plan, Do, Check, Action, yang didasari atas masalah yang dihadapi (problem faced) kearah penyelesaian masalah (problem solving).

—-Konsep PDCA ini dikembangkan oleh Walter Shewhart, dengan mengembangkan kontrol proses statistik di Bell Laboratories di Amerika Serikat selama tahun 1930, yang dikenal dengan “The Shewhart Cycle”. Konsep ini telah dikembangkan dan diperkenalkan secara efektif sejak tahun 1950 oleh W. Edward Deming sehingga lebih dikenal dengan “Deming Wheel”.

—-Secara sederhana Siklus PDCA dapat digambarkan sebagai berikut :


pdca

Gambar. Siklus PDCA6

Ada beberapa tahap yang dilakukan dalam PDCA cycle, yaitu:

a. Plan

1. Mengidentifikasi output melalui analisis suatu proses tertentu.

2. Mendeskripsikan proses yang dianalisis saat ini :

  • Pelajari proses dari awal hingga akhir, identifikasi siapa saja yang terlibat dalam proses tersebut
  • Teknik yang dapat digunakan : brainstorming.

3. Mengukur dan menganalisis situasi tersebut

  • Menemukan data apa yang dikumpulkan dalam proses tersebut
  • Bagaimana mengolah data tersebut agar membantu memahami kinerja dan dinamika proses
  • Teknik yang digunakan: observasi

4. Fokus pada peluang peningkatan mutu:

  • Pilih salah satu permasalahan yang akan diselesaikan.
  • Kriteria masalah : menyatakan efek atas ketidak puasan, adanya gap antara kenyataan dengan yang diinginkan, spesifik, dapat diukur.

5. Mengidentifikasi akar penyebab masalah:

  • Menyimpulkan penyebab.
  • Teknik yang dapat digunakan: brainstorming
  • Alat yang digunakan : fish bone analysis ishikawa

6. Menemukan dan memilih penyelesaian:

  • Mencari berbagai alternatif pemecahan masalah.
  • Teknik yang dapat digunakan : brainstorming

b. Do

1. Merencanakan suatu proyek uji coba:

  • Merencanakan sumber daya manusia, sumber dana, dan sebagainya
  • Merencanakan rencana kegiatan (plan of action)

2. Melaksanakan Pilot Project:

Pilot Project dilaksanakan dalam skala kecil dengan waktu relatif singkat (± 2 minggu)

c. Check

1. Evaluasi hasil proyek:

  • Bertujuan untuk efektivitas proyek tersebut
  • Membandingkan target dengan hasil pencapaian proyek (data yang dikumpulkan dan teknik pengumpulan data harus sama)
  • Target yang ingin dicapai 80%
  • Teknik yang digunakan: observasi dan survei
  • Alat yang digunakan: kamera dan kuisioner

2. Membuat kesimpulan proyek:

  • Hasil menjanjikan namun perlu perubahan
  • Jika proyek gagal, cari penyelesaian lain
  • Jika proyek berhasil, selanjutnya dibuat rutinitas

d. Action

1. Standarisasi perubahan:

  • Pertimbangkan area mana saja yang mungkin diterapkan
  • Revisi proses yang sudah diperbaiki
  • Modifikasi standar, prosedur dan kebijakan yang ada
  • Komunikasikan kepada seluruh staf, pelanggan dan suplier atas perubahan yang dilakukan
  • Lakukan pelatihan bila perlu
  • Mengembangkan rencana yang jelas
  • Dokumentasikan proyek

2. Memonitor perubahan:

  • Melakukan pengukuran dan pengendalian proses secara teratur


KEGIATAN OPTIMALISASI PENGUMPULAN DATA SEKUNDER

SUB PROGRAM KAJIAN DATA SURVEILANS EPIDEMIOLOGI

—-

Plan

Rencana optimalisasi pengumpulan data sekunder sub program kajian data SE di Wilker kantor kesehatan pelabuhan kelas III Pekanbaru meliputi langkah-langkah sebagai berikut:

—-

Mendeskripsikan keadaan

SE adalah salah satu seksi di KKP Pekanbaru yang secara umum berada dalam satu seksi dengan kekarantinaan , memiliki 7 wilker yang meliputi ; Bandara SSK II, Kampung dalam, Sungai Duku, Siak, Buatan, Tanjung Buton, Selat Panjang. Petugas KKP kelas III Pekanbaru di seksi SE masih terbatas ± 5 orang,

—-

Identifikasi Masalah

Proses identifikasi masalah didapatkan melalui :

  1. Wawancara dengan penanggung jawab seksi SE di KKP kelas III Pekanbaru.
  2. Data sekunder laporan akuntabilitas seksi karantina, SE dan upaya pelayanan kesehatan tahun 2007
  3. Observasi

Tabel. Identifikasi masalah di seksi SE

No Aspek yang dinilai Masalah Evidance base Metode Indentifikasi
1. Pengamatan penyakit menular dilapangan perbulan dengan mengambil data di Puskesmas yang ada di Wilker KKP Pekanbaru Kegiatan pengambilan data belum terlaksana secara teratur setiap bulan Belum ada petugas yang bertanggung jawab secara khusus untuk mengumpulkan data Wawancara è Petugas telah ada 5 orang tapi tidak ada yang bertanggung jawab khusus untuk mengumpulkan data dari puskesmas
No Aspek yang dinilai Masalah Evidance base Metode Indentifikasi
2 Rekapitulasi laporan bulanan penyakit menular, pengolahan, analisa dan interprestasi data Tidak semua data dari puskesmas dianalisa dan diinterpresikan dalam laporan akuntabilitas tahunan KKP Pekanbaru Tidak semua petugas di KKP mampu menganalisa dan menginterprestasidata dari Puskesmas Wawancara è Masih kurangnya pelatihan SE bagi petugas, selama berdiri baru ada 2 petugas yang mendapatkan pelatihan
3 Pembuatan Mapping penyakit menular Terhambatnya pembuatan mapping penyakit menular karena berdasarkan data dari Puskesmas Pengumpulan data penyakit menular Puskesmas yang masih belum optimal Wawancara è Karena data penyakit berdasarkan data sekunder sehingga mapping sering terlambat dikerjakan
4 Melakukan pemantauan situasi dan evaluasi perkembangan penyakit Pembuatannya berdasarkan data dari Puskesmas sehingga sering terlambat Pembuatan pemantauan situasi dan evaluasi perkembangan penyakit berdasarkan data dari Puskesmas, sehingga sering terlambat karena pengumpulan data belum optimal Wawancara è Karena data penyakit berdasarkan data sekunder sehingga kegiatan ini tidak optimal
5 Pelatihan petugas surveilans Pelatihan sangat jarang dilakukan, sehingga pengetahuan dari petugas jadi terbatas Jarangnya Petugas dikirim untuk mengikuti pelatihan di bidang SE Wawancara è selama berdiri baru ada 2 petugas yang mendapatkan pelatihan

Prioritas Masalah

Berdasarkan permasalahan yang ditemukan ditetapkan satu prioritas masalah dengan metode skoring yang menggunakan pertimbangan 4 aspek yaitu:

1. Urgensi/kepentingan

  • nilai 1 tidak penting
  • nilai 2 penting
  • nilai 3 sangat penting

2. Solusi

  • nilai 1 tidak mudah
  • nilai 2 mudah
  • nilai 3 sangat mudah

3. Kemampuan merubah

  • nilai 1 tidak mudah
  • nilai 2 mudah
  • nilai 3 sangat mudah

4. Biaya

  • nilai 1 tinggi
  • nilai 2 sedang
  • nilai 3 rendah

—-Masalah yang mempunyai total angka tertinggi yang akan menjadi prioritas masalah. Dari tabel 3.2 di bawah ini dapat dilihat penetuan prioritas masalah

Tabel. Prioritas Masalah di Seksi SE

No Aspek Masalah Urgensi Solusi Kemampuan mengubah Biaya Total Rank
1 Pelatihan petugas surveilans 2 2 1 1 4 V
2 Rekapitulasi laporan bulanan penyakit menular, pengolahan, analisa dan interprestasi data 3 2 1 2 12 II
No Aspek Masalah Urgensi Solusi Kemampuan mengubah Biaya Total Rank
3 Pembuatan mapping penyakit menular 2 2 1 2 8 III
4 Melakukan pemantauan situasi dan evaluasi perkembangan penyakit 2 1 1 3 6 IV
5 Pengamatan penyakit menular dilapangan perbulan dengan mengambil data di Puskesmas yang ada di Wilker KKP 3 3 1 2 18 I

—-

Analisis Penyebab masalah

—-Setelah didapatkan prioritas masalah, dilakukan observasi dan diskusi dengan penaggung jawab bagian SE KKP Kelas III Pekanbaru. Kemudian teridentifikasi beberapa penyebab dari tidak optimalnya kegiatan pengumpulan data sekunder sub program kajian data SE di Wilker KKP kelas III Pekanbaru seperti terlihat dalam tabel berikut :

Tabel. Tabel analisis Penyebab Masalah

Masalah Penyebab timbulnya masalah Evidence base
Pengamatan penyakit menular dilapangan perbulan dengan mengambil data di Puskesmas yang ada di Wilker KKP Manusia :

Tidak adanya petugas khusus yang bertanggung jawab melaporkan data penyakit menular dari Puskesmas

Money :

Belum cairnya dana khusus dari KKP pusat kepada KKP Pekanbaru yang akan diteruskan kepada pihak Puskesmas

Material:

Tidak terdapatnya alat yang bisa mempercepat pelaporan data ke KKP berupa faksimili

Metode:

Kurangnya koordinasi pihak KKP dengan Puskesmas yang berada di Wilkernya, sehingga pihak Puskesmas sering terlambat menyampaikan datanya ke KKP

Dari hasil wawancara => diketahui bahwa petugas SE atau Puskesmas tidak ada yang bertanggung jawab khusus melaporkan data penyakit menular

Wawancara => Penyebab dana belum dicairkan tidak diketahui oleh petugas KKP

Wawancara => Belum adanya faksimili yang bisa mempercepat pelaporan dalam pelaksanaanya data dikirim secara manual oleh petugas Puskesmas ke KKP atau pun sebaliknya

Koordinasi pihak KKP dengan Puskesmas masih kurang

—-

Strategi dan Alternatif Pemecahan Masalah & Plan of Action

Tabel. Strategi dan Alternatif Pemecahan Masalah & Plan of Action

No Masalah/ Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah

Tujuan

Sasaran

Tempat

Pelaksana Kegiatan

waktu

Kriteria Keberhasilan

1. Faktor manusia (man): Tidak adanya petugas khusus yang bertanggung jawab melaporkan data penyakit menular dari Puskesmas Penetapan petugas khusus yang bertanggung jawab sebagai pengumpul data penyakit menular dari Puskesmas Ditetapkannya petugas khusus yang mengumpulkan data penyakit menular dari Puskesmas Kepala KKP Pekanbaru KKP kelas III Pekanbaru Kepala seksi SE KKP kelas III Pekanbaru Direkomendasikan sesegera mungkin Adanya petugas khusus pengumpul data penyakit menular dari Puskesmas
2 Money : Belum cairnya dana khusus dari KKP pusat kepada KKP Pekanbaru yang akan diteruskan kepada pihak Puskesmas Berkoordinasi dengan KKP pusat mengenai pencairan dana khusus untuk penanggung jawab laporan di Puskesmas Diketahui penyebab belum cairnya dana khusus KKP Pusat KKP Pusat Kepala Seksi SE kelas III Pekanbaru Direkomendasikan sesegera mungkin Tersedianya dana khusus untuk penanggung jawab puskesmas yang penyerahan data ke KKP Pekanbaru
No Masalah/ Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah

Tujuan

Sasaran

Tempat

Pelaksana Kegiatan

waktu

Kriteria Keberhasilan

3 Material : Tidak terdapatnya fasilitas yang dapat mempercepat pelaporan data ke KKP

Penyediaan fasilitas yang dapat mempercepat pelaporan data ke KKP disarankan berupa pemanfaatan fasilitas mobil dinas untuk menjemput data Dimanfaatkannya mobil dinas untuk mempercepat pelaporan data ke KKP Pekanbaru Kepala KKP kelas III Pekanbaru KKP kelas III Pekanbaru Kepala Seksi SE kelas III Pekanbaru Direkomendasikan sesegera mungkin Dimanfaatkannya mobil dinas untuk mempercepat pelaporan data ke KKP Pekanbaru
4 Metode :

Kurangnya koordinasi pihak KKP dengan Puskesmas yang berada di Wilkernya

Berkoordinasi dengan Puskesmas yang berada di Wilkernya Adanya kerjasama pihak KKP dan Puskesmas tentang pelaporan data penyakit menular Kepala Puskesmas di Wilker KKP Pekanbaru Puskesmas di Wilker KKP Pekanbaru Kepala Seksi SE kelas III Pekanbaru Direkomendasikan sesegera mungkin Adanya kesepakatan antara kepala Puskesmas dan kepala SE KKP Pekanbaru

—-

—-

SIMPULAN DAN SARAN

SIMPULAN

—-

—-Kegiatan Pengamatan penyakit menular di lapangan perbulan dengan mengambil data di Puskesmas yang ada di Wilayah kerja (Wilker) KKP Pekanbaru belum dilaksanakan secara optimal karena masih banyak kendala-kendala berupa tidak adanya petugas khusus yang mengambil data Puskesmas , belum cairnya dana khusus dari KKP pusat kepada KKP Pekanbaru yang akan diteruskan kepada pihak Puskesmas untuk membiayai penanggung jawab pelaporan penyakit menular, tidak terdapatnya faksimili yang bisa mempercepat pelaporan data ke KKP, Kurangnya koordinasi pihak KKP dengan Puskesmas yang berada di Wilkernya, sehingga pihak Puskesmas sering terlambat menyampaikan datanya ke KKP

SARAN

1. KKP Pusat

—-Pencairan dana khusus untuk penanggung jawab laporan penyakit menular di Puskesmas agar segera di realisasikan sehingga diharapkan akan memotivasi pihak Puskesmas melaporkan data penyakitnya sehingga bisa berlangsungnya kegiatan pengumpulan data secara sekunder

2. Kepala Kantor KKP dan Kepala seksi SE kelas III Pekanbaru

—-Melakukan usaha-usaha yang akan mengoptimalkan kegiatan pengumpulan data sekunder ini dengan cara merekrut petugas baru yang bertanggung jawab sebagai pengumpul data, penyediaan faksimili untuk mempercepat sampainya data ke KKP Pekanbaru , dan melakukan koordinasi dengan Puskesmas yang berada di Wilkernya

—-

—-

DAFTAR PUSTAKA

  1. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 265/Menkes/Sk/III/2004 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan
  2. Ditjen PP &PL. Pedoman Kantor Kesehatan Pelabuhan . Jakarta: Depkes RI. 2006
  3. Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas III Pekanbaru. Laporan akuntabilitas seksi karantina, SE dan Upaya Pelayanan kesehatan tahun 2006. Pekanbaru.2006
  4. Direktorat Jendral PPM & PL dan PUSDIKLAT kesehatan badan PPSD kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. SE. 2003
  5. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1116/Menkes/Sk/VIII/2003 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem SE Kesehatan
  6. _________ PDCA cycle. http://commons.wikimedia.org/wiki/Image:PDCA-Kreis_(Qualit%C3%A4tsmanagement).svg. (diakses 3 Juli 2008)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s