GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN LUAR JENAZAH PADA KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU PERIODE 1 JANUARI 2005 – 31 DESEMBER 2007


ABSTACT

DESCRIPTION OF CORPS EXTERNAL EXAMINATION RESULT OF TRAFFIC ACCIDENT VICTIM AT ARIFIN ACHMAD GENERAL HOSPITAL PEKANBARU PERIOD 1ST JANUARY 2005 – 31ST DECEMBER 2007

By
Peni Muharsanto

Background : Traffic accident is a condition involving vehicles or others street user, causing human victim or material loss. This research were done to find the description of corps external examination result of traffic accident victim at Arifin Achmad General Hospital Pekanbaru, including total traffic accident victim cases which had been done a corps external examination, distribution based on gender, street user category, type of wound, and location of wound.

Method : This descriptive research conducted by taking data from Arifin Achmad General Hospital Pekanbaru toward corps external examination result of traffic accident victim during period 1st January 2005-31st December 2007. Population of this research were all victims of traffic accident cases which had been done a corps external examination at Arifin Achmad General Hospital Pekanbaru, and the samples were the one that matched the inclusions criteria which were the corps external examination result were complete and has been signed by the doctor who did the examination.

Result : It had been gotten 105 corps external examination result from 108 corps external examination result at Arifin Achmad General Hospital Pekanbaru during period 1st January 2005-31st December 2007 that fulfilled the inclusion criteria. Most death traffic accident victims based on gender were men (85,71%), most wound location found in victims were head wound (98,10%), most victims based on street user category were motorcycle riders (88,57), and most wound type found in this research were open wound (89,52%)

Keywords : External examination result, traffic accident victim.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kasus kecelakaan lalu lintas merupakan keadaan serius yang menjadi masalah kesehatan di negara maju maupun berkembang. Di negara berkembang seperti Indonesia, perkembangan ekonomi dan industri memberikan dampak kecelakaan lalu lintas yang cenderung semakin meningkat.1

Jumlah kecelakan lalu lintas dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pertambahan jumlah kendaraan (14-15% per tahun) dengan pertambahan prasarana jalan hanya sebesar 4% per tahun.2

Lebih dari 80% pasien yang masuk ke ruang gawat darurat adalah disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas, berupa tabrakan sepeda motor, mobil, sepeda, dan penyeberang jalan yang ditabrak. Sisanya merupakan kecelakaan yang disebabkan oleh jatuh dari ketinggian, tertimpa benda, olah raga, dan korban kekerasan.3

Di Amerika Serikat, kejadian kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya diperkirakan mencapai 500.000 kasus. Dari jumlah tersebut, 10% korban meninggal sebelum tiba di rumah sakit dan lebih dari 100.000 korban menderita berbagai tingkat kecacatan akibat kecelakaan lalu lintas tersebut.1

Indonesia dewasa ini menghadapi permasalahan kecelakaan lalu lintas jalan yang cukup serius, menurut data dari Mabes Polri setiap tahun tercatat 9.856 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas jalan tersebut. Tingginya korban kecelakaan tersebut disadari telah mendorong tingginya biaya pemakai jalan, dan secara ekonomi menyebabkan terjadinya pemborosan sumber daya. Berbagai upaya penanganan juga telah dilakukan untuk mengurangi jumlah dan kelas kecelakaan lalu lintas jalan (accident severity) tersebut.4 Di Jakarta sendiri, dari 614 kasus kecelakaan lalu lintas yang diotopsi sepanjang tahun 1982, 490 kasus sebab kematiannya merupakan hasil kecelakaan lalu lintas yang fatal, yang mana korban kecelakaan lalu lintas mengalami luka-luka , seperti luka di bagian kepala, ekstrimitas atas, ektrimitas bawah, tubuh depan , dan tubuh belakang.5

Menurut penelitian yang dilakukan Saini AK, selama periode 5 tahun (1991-1995) terdapat 2277 kasus kecelakaan lalu lintas di Provinsi Riau, dengan korban meninggal sebanyak 1290 orang, luka berat 1287 orang, luka ringan 1308 orang. Faktor penyebab kecelakaan terbesar adalah faktor manusia yaitu sebesar 95%, faktor kendaraaan sebesar 2,6%, faktor jalan sebesar 1,3%, dan faktor lingkungan sebesar 1,1%.6

Distribusi korban kecelakaan lalu lintas terutama kelompok usia produktif antara 15-44 tahun dan lebih didominasi kaum laki-laki. Kelompok ini merupakan aset sumber daya manusia yang sangat penting untuk pembangunan bangsa.7

Mengingat pentingnya masalah ini, dan belum adanya data tentang korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal di bagian forensik RSUD Arifin Achmad Pekanbaru mendorong penulis untuk meneliti masalah ini….Baca selengkapnya (Read more…)

One response to “GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN LUAR JENAZAH PADA KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU PERIODE 1 JANUARI 2005 – 31 DESEMBER 2007

  1. sangat terinci pak hebat bravo polantas…….. mdh2n bgi pengguna jalan bisa lebih hati2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s