Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) / Pembesaran Prostat Jinak (PPJ)


Authors : Mayenru Dwindra, S. Ked, Yayan Akhyar Israr, S. Ked. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 2008.

Anatomi dan Histologi Prostat

Kelenjar prostat adalah salah satu organ genitalia pria yang terletak di sebelah inferior buli-buli dan membungkus uretra posterior. Bila mengalami pembesaran organ ini menekan uretra pars prostatika dan menyebabkan terhambatnya aliran urin keluar dari buli-buli (7).

Prostat merupakan kelenjar aksesori terbesar pada pria; tebalnya ± 2 cm dan panjangnya ± 3 cm dengan lebarnya ± 4 cm, dan berat 20 gram. Prostat mengelilingi uretra pars prostatika dan ditembus di bagian posterior oleh dua buah duktus ejakulatorius (8).

Secara histologi prostat terdiri atas 30-50 kelenjar tubulo alveolar yang mencurahkan sekretnya ke dalam 15-25 saluran keluar yang terpisah. Saluran ini bermuara ke uretra pada kedua sisi kolikulus seminalis. Kelenjar ini terbenam dalam stroma yang terutama terdiri dari otot polos yang dipisahkan oleh jaringan ikat kolagen dan serat elastis. Otot membentuk masa padat dan dibungkus oleh kapsula yang tipis dan kuat serta melekat erat pada stroma. Alveoli dan tubuli kelenjar sangat tidak teratur dan sangat beragam bentuk ukurannya, alveoli dan tubuli bercabang berkali-kali dan keduanya mempunyai lumen yang lebar, lamina basal kurang jelas dan epitel sangat berlipat-lipat. Jenis epitelnya berlapis atau bertingkat dan bervariasi dari silindris sampai kubus rendah tergantung pada status endokrin dan kegiatan kelenjar. Sitoplasma mengandung sekret yang berbutir-butir halus, lisosom dan butir lipid. Nukleus biasanya satu, bulat dan biasanya terletak basal. Nukleoli biasanya terlihat ditengah, bulat dan kecil (8).

Kelenjar prostat terbagi atas 5 lobus :

1. Lobus medius

2. Lobus lateralis (2 lobus)

3. Lobus anterior

4. Lobus posterior (9).

Menurut konsep terbaru kelenjar prostat merupakan suatu organ campuran terdiri atas berbagai unsur glandular dan non glandular. Telah ditemukan lima daerah/ zona tertentu yang berbeda secara histologi maupun biologi, yaitu: (10)

1. Zona Anterior atau Ventral

Sesuai dengan lobus anterior, tidak punya kelenjar, terdiri atas stroma fibromuskular. Zona ini meliputi sepertiga kelenjar prostat.

2. Zona Perifer

Sesuai dengan lobus lateral dan posterior, meliputi 70% massa kelenjar prostat. Zona ini rentan terhadap inflamasi dan merupakan tempat asal karsinoma terbanyak.

3. Zona Sentralis.

Lokasi terletak antara kedua duktus ejakulatorius, sesuai dengan lobus tengah meliputi 25% massa glandular prostat. Zona ini resisten terhadap inflamasi.

4. Zona Transisional.

Zona ini bersama-sama dengan kelenjar periuretra disebut juga sebagai kelenjar preprostatik. Merupakan bagian terkecil dari prostat, yaitu kurang lebih 5% tetapi dapat melebar bersama jaringan stroma fibromuskular anterior menjadi benign prostatic hyperpiasia (BPH).

5. Kelenjar-Kelenjar Periuretra

Bagian ini terdiri dan duktus-duktus kecil dan susunan sel-sel asinar abortif tersebar sepanjang segmen uretra proksimal (10).

Baca selengkapnya (Read more…)

10 responses to “Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) / Pembesaran Prostat Jinak (PPJ)

  1. diagnosis maksude

    Ya2N^_^ :
    iya, tau…..
    hahhwhahhwahwhhahwhawa…………………jelasin ya ??? ky dosen…

  2. eem maas mau tanya tentang cara diagnois IPSS . .

    tolong jelasin

    thanks

  3. thanks mas for info

  4. saya mw bertanya,tolong interpretasikan hasil pd pemeriksaan lab dr penyakit bph ini,sera patofisiologinya yaa..

    tekanan darh160/90,takikardi,ditemukan dull supra simfisis setinggi 4 cm.
    pd rectal toucher ditemukan benjolan arah jam 12,soliter dgn permukaan rata.
    pd pemeriksaan lab ditemukan led 22 mm/jam,leuko 12.000/dl,hb 12g/dl,bj 1,015.acid fosfatase 35u/L

    terimakasih loh atas penjelasan mengapa dapat ditemukan hasil2 itu semua pd penyakit bph ini..

  5. mo nanya bagaimana terjadinya batu buli pada BPH?
    THX

    YA2N^_^ :
    Mbak, merry..

    Batu buli-buli pada BPH nm=mungkin terjadi karena adanya tahanan pada pengeluaran urine yang tidak lancar…jadi kemungkinan untuk terjadi retensi urine –> yang pada orang dengan faktor resiko terbentuknya batu –> akan terbentuk batu pada bulinya

  6. thanx ya atas infonya

  7. TENTANG AIDS YANG BENAR DARI MANA ASALNYA
    MENGACU PADA GASTEROENTEROLOGY, APAKAH MEREKA MENGGUNAKAN OBAT-OBAT YANG MENAIKAN ASAM LAMBUNG

    SAYA PUNYA BEBERAPA DATA TENTANG AIDS DI PATHOLOGY.BRAVEJOURNAL.COM
    BISA TUKARAN KALAU ANDA PUNYA INFO SELAIN DENGAN DONOR LEUCOCYTE
    PENGHITUNGAN CRP
    BAGAIMANA DGN PEMBERIAN VAKSIN???

    TERIMA KASIH BANYAK

  8. TENTANG AIDS YANG BENAR DARI MANA ASALNYA
    MENGACU PADA GASTEROENTEROLOGY, APAKAH MEREKA MENGGUNAKAN OBAT-OBAT YANG MENAIKAN ASAM LAMBUNG

    SAYA PUNYA BEBERAPA DATA TENTANG AIDS DI PATHOLOGY.BRAVEJOURNAL.COM
    BISA TUKARAN KALAU ANDA PUNYA INFO SELAIN DENGAN DONOR LEUCOCYTE
    PENGHITUNGAN CRP
    BAGAIMANA DGN PEMBERIAN VAKSIN???

    TERIMA KASIH BANYAK

  9. juwita ninda

    really good

  10. siluh putu suyanti

    up to date..ok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s