Tag Archives: Rangka

ANTROPOLOGI FORENSIK

AUTHOR : BAYU FAJAR WIBOWO, S.KED, ROZA RITA, S.KED, DYANA DESTYLYA, S.KED. FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU.  2009.

—-

—-

PENDAHULUAN

—-Ilmu antropologi forensik termasuk ilmu yang relatif baru. Walaupun pada awal abad ke-19 terdapat pemecahan kasus pembunuhan dengan menggunakan data pemeriksaan tulang dan bagian – bagian tubuh, namun keterkaitan antara antropologi dan penyelidikan polisi baru terjadi di tahun 1930-an. Pembunuhan antar geng pada tahun 1930-an membuat FBI mulai menyelidiki berdasarkan antropologi fisik.1

—-Perang dunia kedua dan Perang saudara di Korea membantu menyediakan data dasar mengenai informasi yang akan menjadi dasar identifikasi yang digunakan oleh antropologis saat ini. Dimulai dari penugasan identifikasi pada tentara yang mati. Para tentara yang akan bertempur membuat data kesehatan (catatan medis) sebelum diberangkatkan ke medan pertempuran, meliputi data usia, tinggi badan, riwayat penyakit terdahulu dan catatan dental, sehingga para penyelidik mampu untuk menentukan identitas para tentara dan membuat data statistik mengenai tulang dan tengkorak.1

—-Beberapa tahun terakhir, pemeriksaan antropologi forensik makin berkembang seiring dengan pemeriksaan kejahatan yang menjadi lebih kompleks. Identifikasi dari rangka dan sisa tubuh yang membusuk lainnya penting untuk alasan hukum maupun alasan kemanusiaan. 2

—-Antropologi forensik merupakan aplikasi dari ilmu fisik atau biologi antropologi dalam proses hukum. Merupakan pemeriksaan pada sisa – sisa rangka untuk membantu menentukan identitas dari jasad. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sebagai langkah pertama untuk menentukan apakah sisa-sisa tersebut berasal dari manusia dan selanjutnya dapat menentukan jenis kelamin, perkiraan usia, bentuk tubuh, dan pertalian ras. Pemeriksaan dapat juga memperkirakan waktu kematian, penyebab kematian dan riwayat penyakit dahulu atau luka yang saat hidup menimbulkan jejas pada struktur tulang. 2,3

—-Sebagai contoh, jika rangka ditemukan di hutan, maka rangka akan dibawa ke laboratorium untuk ditentukan apakah rangka yang tertinggal merupakan rangka manusia, binatang atau material anorganik. Jika manusia, maka akan diperkirakan umur saat kematian, ras, jenis kelamin dan tinggi dari jasad. Jika rangka menunjukkan bukti bahwa telah dimakamkan dalam waktu lama atau dengan peti mati, maka ini biasanya hanya menunjukkan riwayat pemakaman daripada waktu kematian.2

—-Walaupun tugas utama dari antropologi adalah untuk menentukan identitas dari jasad, namun pada pengembangannya dapat juga untuk menentukan pendapat mengenai tipe dan ukuran senjata yang digunakan dan jumlah dari pukulan yang terdapat pada korban kekerasan. Kebanyakan antropologis memiliki kemampuan antropologi yang tinggi dan telah memeriksa banyak sisa-sisa dari rangka. Beberapa di antaranya juga memiliki pengalaman di bidang kepolisian dan medis, seperti halnya di bidang serologi, toksikologi, senjata api dan identifikasi jejas akibat alat, investigasi kejadian kejahatan, penanganan bukti kejahatan dan fotografi. Dan hanya sedikit antropologis yang menangani analisis jejak kaki dan identifikasi spesies dalam kaitannya dengan perkiraan waktu kematian yang sudah lewat. Antropologi forensik selalu berhubungan dengan patologi forensik, odontologi dan investigasi pembunuhan, cara kematian dan atau interval postmortem. 2

—-Perlu diingat, walaupun sebagian besar rangka manusia dewasa terdiri dari jumlah tulang yang sama (206), namun tidak ada dua rangka yang sama. Karena itu observasi dari pola atau rangka yang khas sering menunjukkan identifikasi pasti. 2

—-

—-

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi

—-Antropologi merupakan bidang studi sains tentang asal usul, prilaku, fisik, sosial dan pengembangan lingkungan manusia. Antropologi forensik merupakan bidang ilmu untuk physical anthropologists yang mengaplikasikan ilmunya dalam bidang biologi, sains, dan budaya dalam proses hukum. Antropologi Forensik adalah pemeriksaan pada sisa-sisa rangka. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sebagai langkah pertama untuk menentukan apakah sisa-sisa tersebut berasal dari manusia.1,2,3,4,5,6,7

rangka-manusiaGambar 1. Anatomi Rangka Manusia 5

—-Menurut American Board of Forensic Anthropology, forensik antropologi adalah aplikasi ilmu pengetahuan dari antropologi fisik untuk proses hukum. Identifikasi dari kerangka, atau sediaan lain dari sisa – sisa jasad (dugaan manusia) yang tidak teridentifikasi penting untuk alasan hukum maupun alasan kemanusiaan. Forensik antropologi mengaplikasikan tehnik sains sederhana yang berdasarkan antropologi fisik untuk mengidentifikasi sisa – sisa jasad manusia dan mengungkap tindak kejahatan.4

—-Antropologi forensik meliputi penggalian arkeologis; pemeriksaan rambut, serangga, plant materials dan jejak kaki; penentuan waktu kematian; facial reproduction; photographic superimposition; detection of anatomical variants; dan analisa mengenai cedera masa lalu dan penanganan medis. Namun, pada pelaksanaannya forensik antropologi terutama untuk menentukan identitas jasad berdasar bukti yang tersedia, yaitu menentukan jenis kelamin, perkiraan usia, bentuk tubuh, dan pertalian ras. 2

wire-pada-penyatuan-fraktureGambar 2. Wire yang digunakan pada penyatuan fraktur.8

—-

Ruang Lingkup Pemeriksaan Forensik

—-Faktor utama yang digunakan pada pemeriksaan forensik adalah:9

  1. Osteologi

  2. Dentisi

  3. Etnobotani