Tag Archives: Mioma uteri

MIOMA SUBMUKOSA (Submucosal Myoma)

Authors : Aulia Rahman, S.Ked, Endang Sri Wahyuni, S.Ked, Nova Faradilla, S.Ked. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 2009

—-

INTRODUCTION

—- Leiomyomas (also called myomas or fibroids) are benign tumors of the uterus and are composed mainly of smooth muscle with some fibrous connective tissue elements. Myomas are the most common pelvic tumors and one third of the hysterectomies performed annually are for fibroids. Approximately 20% to 25% of women older than 35 years have a uterine myoma. Myomas are usually asymptomatic, more common in black women than in white women, rare before puberty, and usually shrink after menopause. They are estrogen-dependent and may grow during estrogen replacement therapy (peri- and postmenopausal) or during pregnancy. They are single or, more commonly, multiple tumors in the uterine corpus (i.e., intramural, subserosal, or submucosal). They can be pedunculated and, on occasion, involve the cervix, round ligament, or broad ligament. 1

-

LITERATURE

DEFINITION

Myomas are benign tumors derived from the smooth muscle cells of the myometrium. They are the most common neoplasm of the uterus. but most are asymptomatic. However, myomas can cause excessive uterine bleeding, pelvic pressure and pain, as well as infertility.2

EPIDEMIOLOGY

Estimates are that more than 45% of women have myomas by the fifth decade of life. They are the primary indication for 200,000 to 300,000 hysterectomies in the United States each year. Although myomas have the potential to grow to impressive sizes, their malignant potential is minimal. Sarcomatous changes occur in less than 1 per 1000 uteri with fibroids. 2

RISK FACTOR

Risk factors for developing myomas include increasing age during the reproductive years, ethnicity (African-American women have at least a 2- to 3-fold increased risk compared to Caucasian women), nulliparity, and family history. The data are suggestive that higher body mass index is associated with a greater risk of myomata. Oral contraceptive pills and depot medroxyprogesterone acetate (DMPA) injections may be associated with reduced risk. 2

PATHOGENESIS

Factors that initiate myomas are not known, but ovarian sex steroids are important

for their growth. myomas rarely develop before menarche and seldom develop or enlarge after menopause, unless stimulated by exogenous hormones. Myomas can also enlarge dramatically ding pregnancy. Myomas have increased levels of estrogen and progesterone receptors compared to other smooth muscle cells. Estrogen stimulates the proliferation of smooth muscle cell, whereas provgesterone increases the production of proteins that interfere with programmed cell death (or apoptosis). Myomas also have higher levels of growth factors that stimulate the production of fibronectin and collagen, major components of the extracellular matrix that characterizes these lesions. 2

MIOMA UTERI

Authors : Yayan A. Israr, S.Ked, Lestari, S.Ked. Apriani Dewi, S.Ked. Tengku Anita, S.Ked. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. 2008.


Definisi

Mioma uteri adalah neoplasma jinak yang berasal dari lapisan otot uterus dan jaringan ikat yang menumpangnya, sehingga dalam kepustakaan juga dikenal istilah fibromioma, leiomioma, ataupun fibroid. Mioma uteri adalah tumor jinak yang terutama terdiri dari sel-sel otot polos, tetapi juga jaringan ikat. Sel-sel ini tersusun dalam bentuk gulungan, yang bila membesar akan menekan otot uterus normal.1,3

Etiologi

Penyebab dari mioma uteri belum diketahui secara pasti. Namun diduga ada beberapa faktor yang berhubungan dengan pertumbuhan mioma uteri, antara lain : 4

1. Faktor hormonal

Hormon estrogen dan progesteron berperan dalam perkembangan mioma uteri. Mioma jarang timbul sebelum masa pubertas, meningkat pada usia reproduktif, dan mengalami regresi setelah menopause. Semakin lama terpapar dengan hormon estrogen seperti obesitas dan menarche dini, akan meningkatkan kejadian mioma uteri.

2. Faktor genetik

Mioma memiliki sekitar 40% kromosom yang abnormal, yaitu adanya translokasi antara kromosom 12 dan 14, delesi kromosom 7 dan trisomi dari kromosom 12

3. Faktor pertumbuhan

Faktor pertumbuhan berupa protein atau polipeptida yang diproduksi oleh sel otot polos dan fibroblas, mengontrol proliferasi sel dan merangsang pertumbuhan dari mioma.

Faktor Risiko

Ada beberapa faktor resiko terjadinya mioma uteri, antara lain : 4,5

1. Umur

Kebanyakan wanita mulai didiagnosis mioma uteri pada usia diatas 40 tahun.

2. Menarche dini

Menarche dini ( < 10 tahun) meningkatkan resiko kejadian mioma 1,24 kali.

3. Ras

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa wanita keturunan Afrika-Amerika memiliki resiko 2,9 kali lebih besar untuk menderita mioma uteri dibandingkan dengan wanita Caucasian.

4. Riwayat keluarga

Jika memiliki riwayat keturunan yang menderita mioma uteri, akan meningkatkan resiko 2,5 kali lebih besar.

5. Berat badan

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa resiko mioma meningkat pada wanita yang memiliki berat badan lebih atau obesitas berdasarkan indeks massa tubuh.

6. Kehamilan

Semakin besar jumlah paritas, maka akan menurunkan angka kejadian mioma uteri. 8

Klasifikasi

Menurut letaknya, mioma uteri dapat di klasifikasikan sebagai : 1,3,6

  1. Mioma submukosum: mioma berada di bawah endometrium dan menonjol ke dalam rongga uterus. Mioma submukosum dapat tumbuh bertangkai, kemudian dilahirkan melalui saluran servik (mioma geburt).
  2. Mioma intramural: mioma terdapat di dinding uterus di antara serabut miometrium.
  3. Mioma subserosum: mioma yang tumbuh keluar dinding uterus sehingga menonjol pada permukaan uterus, diliputi oleh serosa. Mioma subserosum dapat tumbuh di antara kedua lapisan ligamentum latum menjadi mioma intra ligamenter, selain itu mioma subserosum dapat pula tumbuh menempel pada jaringan lain misalnya ke ligamentum atau omentum dan kemudian membebaskan diri dari uterus, sehingga disebut wandering/parasitic fibroid.
  4. Mioma pedunkulata : mioma yang melekat ke dinding uterus dengan tangkai yang bisa masuk ke peritoneal atau cavum uteri.

Gambar 1. Klasifikasi mioma uteri7

Continue reading

Profil Penderita Mioma Uteri di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau periode 1 Januari-31 Desember 2006

Author : Muzakir, S. Ked. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 2008.

-

ABSTRACT

-

The Profile of Fibroid Patients at RSUD Arifin Achmad of Riau Province

Period 1st January-31st December 2006

-

By

Muzakir

-

Background : Fibroid is a benign gynecologic tumor that is found the most. It is found in one of four reproductive women. Most of them occurs asymptomatic. The clinical symptoms of fibroid including bleeding, infertility, abortion, and pain. The definite etiology of fibroid is not yet known for sure, but it has a relation with estrogen and the menstrual cycle. The general standard therapy of fibroid with clinical symptoms is hysterectomy, and the women who want to keep their fertility myomectomy could be a choice.

Objective : to know the profile of fibroid patients at RSUD Arifin Achmad of Riau Province in period 1st January-31st December 2006 based on age, menarche, parity, body mass index, chief complain, hemoglobin rate, types of fibroid, and therapies.

Design methods : the research is descriptive retrospective study. The materials of this research was taken from the patients medical record with fibroid that were treated at the gynecologic department of RSUD Arifin Achmad of Riau Province period1st January-31st December 2006. The data was analyzed manually and then displayed in a distribution frequency tables.

Result and conclusion : from 52 samples only 37 could be used as samples for this research. The most frequent incident was 45-49 years old patient which was 16 cases (43.24%). Patients with 2-5 parity (multipara) in 16 cases (43.24%). Patients with 1-2 time of abortion history of fibroid was found in 9 cases (24.32%) and abortion more than 3 times in 1 case (2.71%). The most frequent chief complain were abdominal mass which were 17 cases (45.95%) and abnormal bleeding of menstruation which were 16 cases (43.24%). Most frequent hemoglobin rate were 7-10gr% and was found in 18 cases (48.64%). Total hysterectomy was the most frequent therapy that was done which were 20 cases (54.05%). Intramural fibroid was the most often kind that was found which were 21 cases (56.76%).

Keywords : fibroid, age, parity, abortion, chief complain, hemoglobin rate, total hysterectomy, and intramural.

-

-

BAB I

PENDAHULUAN

-

1.1 Latar Belakang

Mioma uteri adalah tumor jinak ginekologi yang paling sering dijumpai, ditemukan satu dari empat wanita usia reproduksi aktif (Robbins, 1997). Mioma uteri dikenal juga dengan istilah leiomioma uteri, fibromioma uteri atau uterin fibroid, ditemukan sekurang-kurangnya pada 20%-25% wanita di atas usia 30 tahun. Laporan lain dari suatu studi melalui pemeriksaan post mortem pada jenazah wanita menunjukkan angka kejadian mioma yang lebih tinggi yaitu mencapai 50% atau lebih (Djuwantono, 2004).

Sebagian besar kasus mioma uteri adalah tanpa gejala, sehingga kebanyakan penderita tidak menyadari adanya kelainan pada uterusnya. Diperkirakan hanya 20%-50% dari tumor ini yang menimbulkan gejala klinik, terutama perdarahan menstruasi yang berlebihan, infertilitas, abortus berulang, dan nyeri akibat penekanan massa tumor (Djuwantono, 2004).

Sampai saat ini penyebab pasti mioma uteri belum dapat diketahui secara pasti, namun dari hasil penelitian diketahui bahwa pertumbuhan dan perkembangan mioma uteri distimulasi oleh hormon esterogen dan siklus hormonal (Djuwantono, 2004).

Penelitian di Amerika Serikat yang dilakukan Schwartz, angka kejadian mioma uteri adalah 2-12,8 orang per 1000 wanita tiap tahunnya. Schwartz menunjukan angka kejadian mioma uteri 2-3 kali lebih tinggi pada wanita kulit hitam dibanding kulit putih (Victory et-al, 2006).

Penelitian Ran Ok et-al di Pusan Saint Benedict Hospital Korea menemukan 17% kasus mioma uteri dari 4784 kasus-kasus bedah ginekologi yang diteliti (Ran Ok et-al, 2007). Di Indonesia mioma uteri ditemukan 2,39%-11,70% pada semua penderita ginekologi yang dirawat (Joedosaputro, 2005). Menurut penelitian yang di lakukan Karel Tangkudung (1977) di Surabaya angka kejadian mioma uteri adalah sebesar 10,30%, sebelumnya di tahun 1974 di Surabaya penelitian yang dilakukan oleh Susilo Raharjo angka kejadian mioma uteri sebesar 11,87% dari semua penderita ginekologi yang dirawat (Yuad H, 2005).

Pengobatan mioma uteri dengan gejala klinik pada umumnya adalah tindakan operasi yaitu histerektomi (pengangkatan rahim) atau pada wanita yang ingin mempertahankan kesuburannya, miomektomi (pengangkatan mioma) dapat menjadi pilihan (Djuwantono, 2004).

Berdasarkan data dari ruang rawat inap Camar III (Penyakit Kandungan) RSUD Arifin Achmad Propinsi Riau pada tahun 2004, mioma uteri menempati urutan ke lima dari sepuluh penyakit Ginekologi terbanyak yaitu sebesar 7,04% (Bagian Obgin RSUD Arifin Achmad, 2005). Sedangkan pada tahun 2005, mioma uteri juga menempati urutan ke lima dari sepuluh penyakit ginekologi terbanyak yaitu sebesar 8,03% (Bagian Obgin RSUD Arifin Achmad, 2006).

Berdasarkan uraian di atas, dimana kasus mioma uteri banyak dijumpai serta belum adanya penelitian mengenai penderita mioma uteri di RSUD Arifin Achmad Propinsi Riau, menimbulkan keinginan penulis untuk meneliti profil penderita mioma uteri di RSUD Arifin Achmad Propinsi Riau periode 1 Januari-31 Desember 2006.

-

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah ”Bagaimanakah Profil Penderita Mioma Uteri di RSUD Arifin Achmad Propinsi Riau Periode 1 Januari-31 Desember 2006 ?”.

-

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penderita mioma uteri di RSUD Arifin Achmad Propinsi Riau periode1 Januari-31 Desember 2006.

1.3.2 Tujuan Khusus

Untuk mengetahui jumlah kasus mioma uteri di RSUD Arifin Achmad Propinsi Riau periode 1 Januari-31 Desember 2006 menurut usia penderita, mulai haid pertama kali (menarke), melahirkan (paritas), kejadian abortus (keguguran), Indeks Massa Tubuh (IMT), keluhan utama, kadar Hemoglobin (Hb), penatalaksanaan/terapi dan jenis mioma uteri.

-