RETENSI URIN POST PARTUM


Authors : Nova Faradilla, S.Ked, Endang Sri Wahyuni, S.Ked, Aulia rahman, S.Ked. fakultas Kedokteran Universitas Riau. 2009

—-

PENDAHULUAN

—-Traktus urinarius bagian bawah memiliki dua fungsi utama, yaitu: sebagai tempat untuk menampung produksi urine dan sebagai fungsi ekskresi. Selama kehamilan, saluran kemih mengalami perubahan morfologi dan fisiologi. Perubahan fisiologis pada kandung kemih yang terjadi saat kehamilan berlangsung merupakan predisposisi terjadinya retensi urine satu jam pertama sampai beberapa hari post partum. Perubahan ini juga dapat memberikan gejala dan kondisi patologis yang mungkin memberikan dampak pada perkembangan fetusdanibu.1

—-Residu urine setelah berkemih normalnya kurang atau sama dengan 50 ml, jika residu urine ini lebih dari 200 ml dikatakan abnormal dan dapat juga dikatakan retensi urine. Insiden terjadinya retensi urine post partum berkisar 1,7% sapai 17,9%. Secara umum penanganannya diawali dengan kateterisasi. Jika residu urine lebih dari 700 ml, antibiotik profilaksis dapat diberikan karena penggunaan kateter dalam jangka panjang dan berulang.1

—-Retensio urin merupakan salah satu komplikasi yang bisa terjadi pada kasus obstetri . Retensi urine post partum dapat terjadi pada pasien yang mengalami kelahiran normal sebagai akibat dari peregangan atau trauma dari dasar kandung kemih dengan edema trigonum. Faktor-faktor predisposisi lainnya dari retensio urine meliputi sectio cesarea, ekstraksi vakum, epidural anestesia, pada gangguan sementara kontrol saraf kandung kemih, dan trauma traktus genital.1,2

—-Kejadian retensio urin post partum tercatat berkisar antara 1,7-17,9 %. Hal ini sepertinya disebabkan tidak akuatnya dan bervariasinya definisi dan perbedaan dalam kriteria diagnostik. Penelitian secara restropektif di bagian Ginekologi FK Unlam/RSUD Ulin Banjarmasin selama tahun 2002-2003  didapatkan sebesar 0,38%, dimana 11 kasus retensio urin postpartum dari 2.850 persalinan yang dirawat diantaranya melalui dengan cara sectio cesarea sebanyak 737 (25,85%), spontan sebanyak 1.891 (66,35%) dan vakum ekstraksi sebanyak 222 (7,78%). Usia penderita terbanyak adalah kelompok usia 26-30 tahun, yaitu 4 kasus (36,3%) dan paritas terbanyak adalah paritas 1, yaitu 6 kasus (54,5%). Berdasarkan tindakan persalinan adalah spontan pervaginam 8 kasus (81,8%), vakum ekstraksi 2 kasus (18,2%) dan sectio cesarea 1 kasus (1%).2

One Response to RETENSI URIN POST PARTUM

  1. TAMBAH LAGI BANG BAHANNYA…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s