Demam Tifoid (Thypoid Fever)

Posted on April 25, 2008. Filed under: Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Penyakit Dalam | Tags: , , , |

Authors : FRISCA WULANDARI, S.Ked. YAYAN AKHYAR ISRAR, S.Ked. Fakultas Kedokteran Universitas Riau – RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Provinsi Riau.



TINJAUAN PUSTAKA

Definisi

Demam tifoid (tifus abdominalis, enteric fever) adalah penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari 7 hari, gangguan pada saluran pencernaan dengan atau tanpa gangguan kesadaran.1,2,3

Etiologi

Demam tifoid disebabkan oleh Salmonella typhi (S. typhi), basil gram negatif, berflagel, dan tidak berspora. S. typhi memiliki 3 macam antigen yaitu antigen O (somatik berupa kompleks polisakarida), antigen H (flagel), dan antigen Vi. Dalam serum penderita demam tifoid akan terbentuk antibodi terhadap ketiga macam antigen tersebut.

Kuman ini tumbuh dalam suasana aerob dan fakultatif anaerob. Kuman ini mati pada suhu 56ÂșC dan pada keadaan kering. Di dalam air dapat bertahan hidup selama 4 minggu dan hidup subur pada medium yang mengandung garam empedu.1

Epidemiologi

Demam tifoid dan paratifoid merupakan salah satu penyakit infeksi endemik di Asia, Afrika, Amerika Latin Karibia dan Oceania, termasuk Indonesia. Penyakit ini tergolong penyakit menular yang dapat menyerang banyak orang melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Insiden demam tifoid di seluruh dunia menurut data pada tahun 3002 sekitar 16 juta per tahun, 600.000 di antaranya menyebabkan kematian. Di Indonesia prevalensi 91% kasus demam tifoid terjadi pada umur 3-19 tahun, kejadian meningkat setelah umur 5 tahun. Ada dua sumber penularan S.typhi : pasien yang menderita demam tifoid dan yang lebih sering dari carrier yaitu orang yang telah sembuh dari demam tifoid namun masih mengeksresikan S. typhi dalam tinja selama lebih dari satu tahun.2,3,4

Patogenesis

Infeksi S.typhi terjadi pada saluran pencernaan. Basil diserap di usus halus kemudian melalui pembuluh limfe masuk ke peredaran darah sampai di organ-organterutama hati dan limpa. Basil yang tidak dihancurkan berkembang biak dalam hati dan limpa sehingga organ-organ tersebut akan membesar disertai nyeri pada perabaan. Kemudian basil masuk kembali ke dalam darah ( bakteremia) dan menyebar ke seluruh tubuh terutama ke dalam kelenjar limfoid usus halus, menimbulkan tukak pada mukosa diatas plaque peyeri. Tukak tersebut dapat mengakibatkan perdarahan dan perforasi usus. Gejala demam disebabkan oleh endotoksin yang dieksresikan oleh basil S.typhi sedangkan gejala pada saluran pencernaan disebabkan oleh kelainan pada usus.1,4

Gejala Klinis

Gejala klinis demam tifoid pada anak biasanya lebih ringan jika dibandingkan dengan penderita dewasa. Masa tunas rata-rata 10-14 hari. Selama masa inkubasi mungkin ditemukan gejala prodromal, yaitu perasaan tidak enak badan lemas dan lesu, nyeri kepala, pusing, dan tidak bersemangat. Kemudian disusul gejala klinis, yaitu :1,2,3

1. Demam

Pada kasus-kasus yang khas, demam berlangsung 3 minggu. Bersifat febris remiten dan suhu tidak tinggi. Selama minggu pertama, suhu tubuh berangsur-angsur meningkat setiap hari, biasanya menurun pada pagi hari dan meningkat pada sore dan malam hari. Pada minggu kedua penderita terus berada dalam keadaan demam. Dalam minggu ketiga suhu badan berangsur-angsur turun dan normal kembali pada akhir minggu ketiga.

2. Gangguan saluran pencernaan

Pada penderita demam tifoid dapat ditemukan bibir kering, dan pecah-pecah (ragaden). Lidah ditutupi selaput putih kotor (coated tounge) dengan pinggir yang hiperemis, jarang disertai tremor. Pada abdomen mungkin ditemukan keadaan perut kembung (meteorismus). Hati dan limpa membesar disertai nyeri pada perabaan. Biasanya didapatkan konstipasi,akan tetapi mungkin pula normal bahkan dapat terjadi diare.

3. Gangguan kesadaran

Umumnya kesadaran penderita menurun walaupun tidak seberapa dalam, yaitu apatis sampai somnolen. Jarang terjadi sopor, koma atau gelisah.

Disamping gejala-gejala yang biasa ditemukan tersebut kadang-kadang ditemukan pula gejala lain berupa roseola pada punggung dan ekstremitas dan bradikardia pada anak besar.1

Relaps

Relaps atau kambuh merupakan keadaan berulangnya gejala penyakit tifus abdominalis, akan tetapi berlangsung lebih ringan dan lebih singkat. Biasanya terjadi dalam minggu kedua setelah suhu badan normal kembali.1,4

Diagnosis

Menegakkan diagnosis demam tifoid pada anak merupakan hal yang tidak mudah mengingat gejala dan tanda- tanda yang tidak khas.1 Diagnosis demam tifoid dapat dibuat dari anamnesis berupa demam, gangguan gastrointestinal dan mungkin disertai perubahan atau gangguan kesadaran. Untuk memastikan diagnosis tersangka demam tifoid maka perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium sebagai berikut :1,4

1. Darah tepi

- Anemia, pada umumnya terjadi karena supresi sumsum tulang, defisiensi Fe, atau perdarahan usus.

- Leukopenia, namun jarang kurang dari 3000/uL.

- Limfositosis relatif dan anaeosinofilia pada permulaan sakit.

- Trombositopeni terutama pada demam tifoid berat.

2. Pemeriksaan serologi

- Serologi Widal : untuk membuat diagnosis yang diperlukan adalah titer terhadap antigen O dengan kenaikan titer 1/200 atau kenaikan 4 kali titer fase akut ke fase konvalesens.

- Kadar Ig M dan Ig G (Typhi-dot).

3. Biakan Salmonela

- Biakan darah terutama pada minggu I perjalanan penyakit.

- Kultur tinja terutama pada minggu II perjalanan penyakit.

Komplikasi

Dapat terjadi pada :1,4

1. Intestinal:

- Perdarahan usus. Bila perdarahan yang terjadi banyak dan berat dapat terjadi melena disertai nyeri perut dengan tanda-tanda renjatan.

- Perforasi usus. Biasanya dapat timbul pada minggu ketiga atau lebih.

- Peritonitis. Biasanya menyertai perforasi tapi dapat juga tanpa perforasi usus dengan ditemukannya gejala abdomen akut, yaitu nyeri perutyang hebat, dinding abdomen tegang (defans musculair) dan nyeri tekan.

2. Diluar Intestinal

Pengobatan

a. Medikamentosa1,4

1. Antibiotik

- Kloramfenikol (drug of choice) 50-100 mg/kgBB/hari, oral atau iv, dibagi dalam 4 dosis selama 10-14 hari.

- Amoksisilin 100 mg/kgBB/hari, oral selama 10 hari.

- Kotrimoksazol 6 mg/kgBB/hari, oral. Dibagi dalam 2 dosis selama 10 hari.

- Seftriakson 80 mg/kgBB/hari, iv atau im, sekali sehari selama 5 hari.

- Sefiksim 10 mg/kgBB/hari, oral, dibagi dalam 2 dosis selama 10 hari.

2. Kortikosteroid diberikan pada kasus berat dengan gangguan kesadaran.

- Deksametason 1-3 mg/kgBB/hari iv, dibagi 3 dosis hingga kesadaran membaik.

3. Antipiretik

b. Suportif1,4

- Tirah baring

- Isolasi yang memadai

- Kebutuhan cairan dan kalori yang cukup

- Diet rendah serat dan mudah dicerna

Prognosis1,4

Umumnya prognosis demam tifoid pada anak baik asal penderita cepat mendapat pengobatan. Prognosa menjadi buruk bila terdapat gejala klinis yang berat, seperti :

- Hiperpireksia atau febris kontinua.

- Kesadaran menurun.

- Malnutrisi.

- Terdapat kompliksi yang berat misalnya dehidrasi dan asidosis, peritonitis, bronkopneumonie, dll.


Daftar Pustaka

  1. Hasan R. Buku kuliah Ilmu Kesehatan Anak. Infeksi Tropik. Jakarta : FK UI, 1985.
  2. Noer, S. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid I. Jakarta : FKUI, 1996.
  3. Mansjoer A. Kapita Selekta Kedokteran. Demam Tifoid. Jakarta : FK UI, 2000.
  4. Brusch JL. Typhoid Fever. www.emedicine.com last up date July 24th 2006 [diakses pada tanggal 16 November 2007].
  5. Lentnek AL. Typhoid Fever. Division of Infection Disease. www.medline.com last up date June 20th 2007 [diakses pada tanggal 16 November 2007].

Make a Comment

Make a Comment: ( 26 so far )

blockquote and a tags work here.

26 Responses to “Demam Tifoid (Thypoid Fever)”

RSS Feed for FiLes of DrsMed – FK UR Comments RSS Feed

saya pernah sakit tipes berulangkali th 1969, 1971, 1978, dan akhir2 ini dalam 2 thn terakhir ini 2005 – 2008 sudah sakit 6 kali dan diidentifikasi sakit tipes, opnme 2 kali.
Ada kecenderungan periodenya makin pendek aja , belakangan ini sehat 2 bulan sakit lagi dengan tanda2 seperti tipes. Apakah tipes memang kambuh2 an ? adakah vaksinasi yang bisa sampai 2 atau 3 tahun?
Tolong dijawab yang lengkap ya! trims
Salam

Salam mas satomo…

Demam Thypoid menurut epidemiologinya merupakan kuman yang penularannya Fecal-Oral (saluran pembuangan-mulut) dan di Idonesia causa terbanyak dari demam Thypoid adalah Kuman Salmonella Thypii.
Salmonella Thypii masuk melalui mulut makanan atau minuman/ apapun yang terkontaminasi, kuman masuk saluran cerna setelah berhasil melewati barier pertahan lambung. Tempat hidup yang paling nyaman (rumah terakhir) dari kuman ini adalah kandung empedu karna kuman ini sangat nyaman hidup di dalam cairan empedu. di sini lah masalahnya ; obat-obat yang digunakan sangat jarang dapat mencapai/ mencapai kandung empedu dengan maksimal sehingga stabiltas kuman dalam kandung empedu
tidak terpengaruh/ sedikit terpengaruh/ mati. orang yang pernah terkena Demam Thypoid akan menjadi carrier (pembawa) yang memungkinkan penularan terhadap orang lain yang mana selama > 1 tahun kuman masih dapat di kultur dari tinja oranga tersebut berarti uman masih nyaman dalam kandung empedunya)
- kemungkinan terjadinya relaps ataupun reinfeksi dari thypoid dapat saja terjadi dan biasanya berhubungan dengan vitalitas fisik dan keadaan imunitas orang tersebut (saat vitalitas / imunitas menurun, kuman dapat meningkatkan aktivitasnya kembali dan keluar dari kandung empedu)
- belum ada penelitian yang saya baca mengenai kecendrungan durasi dari kekambuhan semakin memendek, maaf.
- kalau saya tidak salah, vaksin untuk Thypoid yang beredar di Indnesia sekarang dapat melindungi dalam jangka waktu sekrang-kurangnya 2-3 tahun.

[...] Thypoid Fever Itulah yang ku derita selama 3 minggu kemaren… Dan ini ku berikan beberapa hasil brwsingan dari sini [...]

salut! blognya lumayan mas !!!! terus update yah!!!!!!!
-
Ya2N^_^ :
@dondy
Insyaallah….makasi mas…

Dear Mas Yayan, apakah kondisi psikoligis seseorang juga mempengaruhi kambuhnya tifoid pada seseorang (disamping yang utama keterjagaan orang tersebut dari kehidupan yang bersih-sehat dan gizi yang baik)?
-

Ya2N^_^

@Mbak Mey
Tidak ada hubungan langsung antara kondisi psikologis dengan kekambuhan tifoid, kecuali apabila kondisi psikologis tersebut mempengaruhi keadaan fisiknya (ex : depresi –> banyak faktor –> kondisi fisik menurun –> imunitas menurun)

Makasi mas, infonya…
Org yg plg gw syg lg terkena demam thypoid ini…
Blog ini byk memberi info…

Terus maju mas yayan…
-
Ya2N^_^ :
Makasi, mbak…senang bisa membantu…

terima kasih…
info tentang thypoid membantu saya mengerjakan tugas kuliah…

AswWrWb
Saya lagi butuh referensi untuk penelitian Demam Thypoid metode pemeriksaannya,

anak saya usia 9,3 demam mulai minggu malam tgl 15 feb 2009. Demam hanya turun jika diberi antiphyretik.hari ini 19 feb baru saja periksa lab dan barusan via tlp hasilnya Hb 12,9, ht 39,5, trombo 215, widal (-), dengue IgG (+),IgM (-) salmonela thypin IgM (-). Mohon tanya dokter apakah itu sudah thypoid fever??
-
Ya2N^_^ :
Demam yang terus menerus biasanya disebabkan oleh infeksi Virus (viral infection), jadi itu knapa anak ibu demamnya turun hanya pada saat obat bekerja….

dari hasil pemeriksaan laboratorium, tidak satupun yang menunjang ke arah demam thypoid….
salmonela thypii IgM (-) berarti anak ibu tidak sedang terserang oleh salmonella….

dengue IgG (+) —> kekebalan terhadap dmam berdarah telah di bentuk oleh tubuh anak ibu….

menurut saya anak ibu tidak thypoid, mungkin cuma infeksi virus lain biasa…

makasi ibu, atika…

sory kurang lengkap maksud saya usia anak saya 9,3 tahun

Lam kenal dulu deh buat masnya…
mau nanya..apa ada pengaruh antara angka kejadian typhoid dengan umur dan jenis kelamin???
trus ampe skg ada ga EBM (evidence based medicine) kombinasi cefotaxime + kloramfenikol dan KOmbinasi cefotaxime + kloramfenikol + ceftriaxone…
nie skripsiQ mas….pola di RS yang aku teliti kayak gitu…
Makasih banget sebelumnya…untuk bantuannya..
-
Ya2N^_^ :
Insiden berdasarkan umur 3-19 tahun, kejadian meningkat setelah umur 5 tahun….
insiden berdasarkan jenis kelamin sama….

cefotaxime + kloramfenikol + ceftriaxone ?? kaloe yang ini baru tau juga ada kombinasi seperti ini…soale bingung juga knapa cefotaxime di kombinasiin dengan ceftriakson (antibiotik sama2 golongan cefalosporin)….

kalo menurut ku cukup pake salah satunya aja,,,boleh ceftri boleh cefo.krn klo kebanyakan antibiotik dapat memperberat fungsi hati penderita …tapi jauh lebih baik kalo plih drug of choisx cloramph.

punya leptospira ga bang?
-
Ya2N^_^ :
Wah, blum punya tu deh…..

DH
Minta tolong advis untuk menengkan hati nih…anak saya
sdh deman dari tgl 1 mei ini,mengingat akhir maret sampai 4 april smpat rawat inap krn DHF, saya mendatangi dokter anak yang merawat mnrt beliau kemungkinan DHF lagi kecil, saya tetap memanggil teknisi prodia untuk DL dan widal pada tgl 4 hasilnya widal negatif dan darah juga masih normal, krn panas gak turun saya balik ke dokter anak , maka anak saya diberikan antibiotik dari gol cepalosporin dengan tambahan gol cortikosteroid untuk 3 hari ternyata panas gak turun juga dokter anak menyarankan rawat inap . anak saya di rawat inap setelah diconfirm IGM thypoid positif 4 /positif lemahdan ditreatment dengan terpasef iv setiap 12 jam sekali mengingat anak saya ingin segera bisa ikut ujian nasional SD, akhirnya injeksi ditambah dengan ,metilprednisolon dengan argumentasispy demam lbh cepat turun. nah mulai sabtu tgl 9 ini panasnya mulai normal, dan dokter menyarankan saya menuntaskan 5 hari injeksi baru pulang…akhirnya anak saya pulang hari senin dan diberi obat htyiamycin/thiamfenicol…ternyata panasnya naik lagi mulai pagi ini…../
apa yang harus saya lakukan? apakah ini hal yang serius?
apa biasa panas tifoid seperti ini? mengingat dari pengamatan saya terapi antibiotik dari awal deman dia sudah dapt?
mohon maaf kepanjangan and please give your comment? terimakasih
-
Ya2N^_^ :
- siklus demam thypoid berlangsung selama 4 minggu……
- teruskan saja obatnya dulu, kaloe perlu bisa diberikan antipiretik untuk demamnya.

Wah keren bang… Boleh dong bagi ilmunya…

http://www.asetmandiri.com/?id=hidayat2
http://www.asetmandiri.com/?reff=hidayat2
http://www.asetmandiri.com/?info=asetmandiri_hidayat2

Terima kasih banyak…
Bermanfaat untuk bikin laporan untuk tugas kuliah…
Walaupun sebenernya referensinya udah punya semua,,,tapi ya…. tetep lebih enak kalo udah dibantui nyarinya.
Makasih banget ya Mas…
Sukses terus!!!
^^

terimakasih,,,…..
sangat dan sangat membantu study ku…
untuk penyuluhan kesehatan di masyarakat….
suskes terus…. ^_^

makalahnya sangat bagus
kalau boleh saya mau minta tolong,saya sekarang lagi nyusun skripsi tapi saya punya kendala di piramida terbelek,saya tidak menemukan jumlah penderita demam typhoid di propinsi riau.kalau boleh tolong kirimkan jumlah/persentase demam typhoid di riau.
sebelumnya trimakasih banyak y.

makalahnya sangat bagus
kalau boleh saya mau minta tolong,saya sekarang lagi nyusun skripsi tapi saya punya kendala di piramida terbelek,saya tidak menemukan jumlah penderita demam typhoid di propinsi riau.kalau boleh tolong kirimkan jumlah/persentase demam typhoid di riau.
kalau bisa kirim secepatnya.

sebelumnya trimakasih banyak y.

kerenz bg yanz… nanti ajarin cara ny buat kyak gini…
-
Ya2N^_^ :
makasi, rif….ya..ya
tapi napa mesti buat yang ‘kyak gini’..???? gabung aja di sini kalau mau…

bantu ane cara pervalensi tentang penyakit thypoid????

putra saya umurnya 6,5 th, skrg lg demam sudah 5 hari pemeriksaan Lab nya :hb 13,30 , Leko 7,400 Thromb 192.000
Hemato 39 apa ini sudah gejala thypoid ( Riwayat umur 2 th pernah Thypoid-rawat inap ) dan apakah yg sudah ada riwayat perlu / hrs rutin selama 2th sekali vaksin thypoidnya, selama ini blm pernah mendpt vaksin.
-
Ya2N^_^ :
yang saya lihat dari hasil pemeriksaan laboratoriumnya semua dalam batas normal…..dan kaloe untuk demam 5 hari bukan khas thypoid, malah bisa lebih ke arah viral infection/ infeksi virus yang biasanya self limited (sembuh sendiri) dalam 5-7 hari….
kalau masalah vaksin, sekali pemberian vaksin dapat bertahan minimal selama 3 tahun….dan ga ada salahnya ibu melakukan vaksinasi ke anak ibu..

asslm
trimaksh …sebanyak – banyakx cz sy sdah mgambil bnyk ilmu dari anda……….
sy mhssw akbid. salam kenal.
-
Ya2N^_^ :
Alhamdulillah…….

trima kasih infonya. pak…
temen2 sekampus lagi banyak yang kena nih…
Mohon dijelaskan lagi terkait makanannya.
liat temen sekos sengsara banget. kata dokter cuman boleh makan yang halus2, seperti bubur.
Lah bosen dia.
kalo makan seperti biasa tapi ngunyahnya halus…
boleh kan?
boleh makan daging ga?
makasih sebelumnya…
-
Ya2N^_^ :
hahhaha…kesannya ngakalin deh……..
tujuannnya sebenarnya adalah agar saluran pencernaan bisa beristirahat untuk pemulihannya…..makanya harus makan makanan halus dengan kata lain mudah dicerna…jadi jangan diakal-akalin….hehe

TOLONG DUNK TAMPILKAN DATA-DATA UNTUK MENUNJANG PEMBUATAN KTI………………
-
Ya2N^_^ :
??????

mas aq mo tanya ne,aq pengan neliti tntang tifus klo mnurut mas gmn?????????ada g 10 tentang tifus???tlong y.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...