Miopia Tinggi

Authors : Olva Irwana, S. Ked, Aulia Rahman, S. Ked, Nova Faradilla, S. Ked, Wan Rita Mardhiya, S. Ked. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 2009.

-

PENDAHULUAN

Latar Belakang

—-Miopia (minus) dapat diklasifikasikan sebagai miopia simpleks dan miopia patologis. Miopia simpleks biasanya ringan dan miopia patalogis hampir selalu progresif. Keadaan ini biasanya diturunkan orang tua pada anaknya. Miopia tinggi adalah salah satu penyebab kebutaan pada usia dibawah 40 tahun. Miopia tinggi adalah miopia dengan ukuran 6 dioptri atau lebih. Penderita dengan minus diatas 6 dioptri mempunyai risiko 3-4 kali lebih besar untuk terjadinya komplikasi pada mata.1

—-Sekitar lima juta penduduk Inggris menderita rabun dekat dan 200.00 diantaranya menderita miopia tinggi. Pada beberapa orang, miopia tinggi dapat menyebabkan kerusakan retina atau ablasio. Miopia tinggi juga berkaitan dengan katarak dan glaukoma. Miopia tinggi atau miopia degeneratif kronik dapat terjadi dalam suatu keluarga (bersifat familial). Sebuah penelitian yang dilakukan pada 15 keluarga di Hongkong yang kemungkinan genetik menderita miopia tinggi pada 2 generasi terakhir didapatkan hasil bahwa lokus autosomal dominan yang berkaitan dengan miopia tinggi adalah kromosom 18p.2,3

—-

Baca Lebih Lanjut (Read More…)

ANESTESI PADA TINDAKAN POSTEROSAGITAL ANOREKTOPLASTI PADA KASUS MALFORMASI ANOREKTAL

Authors : Nova Faradilla, S. Ked, Ronald R. Damanik, S. Ked, Wan Rita Mardhiya, S. Ked. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 2009.

-

MALFORMASI ANOREKTAL

Definisi

—-Atresia ani atau anus imperforata atau malformasi anorektal adalah suatu kelainan kongenital tanpa anus atau anus tidak sempurna, termasuk didalamnya agenesis ani, agenesis rekti dan atresia rekti. Insiden 1:5000 kelahiran  yang dapat muncul sebagai sindroma VACTRERL (Vertebra, Anal, Cardial, Esofageal, Renal, Limb).1

—-

Epidemiologi

—-Angka kejadian rata-rata malformasi anorektal di seluruh dunia adalah 1 dalam 5000 kelahiran.2 Secara umum, malformasi anorektal lebih banyak ditemukan pada laki-laki daripada perempuan. Fistula rektouretra merupakan kelainan yang paling banyak ditemui pada bayi laki-laki, diikuti oleh fistula perineal. Sedangkan pada bayi perempuan, jenis malformasi anorektal yang paling banyak ditemui adalah anus imperforata diikuti fistula rektovestibular dan fistula perineal.3 Hasil penelitian Boocock dan Donna di Manchester menunjukkan bahwa malformasi anorektal letak rendah lebih banyak ditemukan dibandingkan malformasi anorektal letak tinggi.4

—-

Baca Lebih Lanjut (Read More…)

Kerion Celsi

Authors : Nova Faradilla, S. Ked, Manora Nababan, S. Ked, Wan Rita Mardhiya, S. Ked. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 2009.

—-

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

—-Kerion celsi adalah salah satu bentuk klinis dari tinea kapitis yang biasanya mengenai anak-anak dan jarang pada orang dewasa.1,2

—-Kerion celsi biasanya muncul sebagai lesi tunggal dan terasa nyeri yang diawali dengan terbentuknya furunkel kecil yang kemudian cepat membesar hingga terjadi peradangan. Abses folikuler berkembang dan berisi pus kemudian bertambah banyak. Pada kerion celsi dijumpai lesi berupa sebukan masa, rambut yang patah, pus serta dapat terjadi limfadenopati. Peradangan umumnya terjadi mulai pada minggu ke-5 sampai dengan bulan ke-5 setelah infeksi. Bisa juga terjadi infeksi sekunder.3

—-Penelitian tentang kerion celsi sendiri jarang dilakukan. Penelitian lebih banyak membahas tentang kasus tinea kapitis. Tinea kapitis tersebar di seluruh dunia, namun insiden yang pasti tidak diketahui. Prevalensi tinggi terjadi di Afrika, Asia dan Eropa Tenggara. Di Amerika Serikat dan Eropa Barat insidennya rendah. Di Medan pasien tinea kapitis didapatkan sekitar 0,4% (tahun 1996-1998) dari kasus dermatofitosis dan biasanya musiman. Di FKUI/RSCM tinea kapitis (tahun 1989-1992) hanya 0,61-0,87% dari kasus jamur kulit. Di Manado (tahun 1990-1991) insiden tinea kapitis mencapai 1,2-6,0% dari kasus dermatofitosis, sedangkan di Semarang 0,2%.4 Penelitian tentang tinea kapitis pada dewasa di India didapatkan bahwa hanya 4,9% kasus tinea kapitis pada dewasa.1

—-Di Brazil penyebab dari kerion celsi adalah Tricophyton verucosum, Tricophyton mentagrophytes, Microsporum canis dan Microsporum gypseum yang menginfeksi manusia secara sporadik.2

—-

Baca Lebih Lanjut (Read More…)

Gangguan Afektif Bipolar

Author : Yayan Akhyar Israr, S. Ked. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 2009.

-

LATAR BELAKANG

—-Gangguan afektif bipolar adalah kondisi umum yang dijumpai, dan diantara gangguan mental menempati posisi kedua terbanyak sebagai penyebab ketidak mampuan/disabilitas. Depresi bipolar sama pada kelompok pria dan wanita dengan angka kejadian sekitar 5 per 1000 orang. Penderita depresi bipolar dapat mengalami bunuh diri 15 kali lebih banya dibandingkan dengan penduduk umum. Bunuh diri pertama-tama sering terjadi ketika tekanan pada pekerjaan, studi, tekanan emosional dalam keluarga terjadi pada tingkat yang paling berat. Pada risiko bunuh diri dapat meningkat selama menopause.1

Kebanyakan pasien dengan gangguan afektif bipolar secara potensial dengan terapi yang optimal dapat kembali fungsi yang normal. Dengan pengobatan yang kurang optimal hasilnya kurang baik dan dapat kambuh untuk melakukan bunuh diri lagi. Data menunjukkan bahwa pengobatan sering kurang optimal.1

—-Studi longitudinal bahwa pasien dengan kecenderungan bunuh diri pada kasus dengan afektif bipolar 50% dapat dikurangi dengan terapi maintenance/pemeliharaan dan terapi depresi yang tepat.1

Prof dr Sasanto Wibisono, SpKJ (K), guru besar di bagian Psikiatri FKUI menjelaskan perbedaan ekstrem perasaan (manik dan depresi) penderita Bipolar tidak selalu bisa diamati oleh lingkungannya karena masing-masing individu reaksinya berlainan. Ada yang menonjol kutub maniknya, sementara yang lain menonjol depresinya.

—-Kondisi tidak normal itu bisa terjadi hanya beberapa minggu sampai 2-3 bulan.Setelah itu kembali ”normal” untuk jangka waktu relatif lama, namun di kesempatan lain muncul kembali.2

—-

Baca Lebih Lanjut (Read More…)