Hari ini….

Hari ini…2nd of July 08

Gw ulang tahun…pada tanggal ini dulunya gw lahir…..(pas…abis magrib/buka di Bulan Puasa..)

Bersyukur ma Allah SWT atas karunia hidup yang sudah diberikan…..

Bersyukur atas semua pencapaian, keberhasilan, dan cobaan yang telah diberikan dan dipercayakan ke gW….

Bersyukur atas karunia-Nya, gW dilahirin di sebuah keluarga sederhana dengan tabiat kami sendiri, aturan kami sendiri, dan yang paling buat gW rindu adalah keharmonisan kami dengan cara yang mungkin orang lain bilang aneh…..tapi itulah kami….

-

Bersyukur…masih ada ce dan teman yang ingat dan ngasih selamat (maksudnya, orang-orang yang gW rasa bener-benar ga tidur nungguin jam 00.01 untuk bisa jadi yang pertama ngucapin selamat buat gW)…gW terharu mereka ngelakuin itu….(makasi kaRLyn, AnnA, RiRi dan my Bro CiwoQ….that’ll be something i’ll not forget so easily…) thanks juga buat irwan, sar, dan CupiT yang dah ngucapin slamat lewat comment friendster…

-

—-Satu-satunya perayaan ulang tahun yang gW ingat seumur hidup (dan rasanya ga bakal lupa, ga tau kenapa…) adalah saat perayaan ulang tahun ke-4…dirain di garase mobil rumah (koordinatornya kakak angkat gW) yang dengan keterbatasan ilmunya dan kesederhaannya mengundang semua anak-anak sebaya di komplek dengan datangin rumah mereka masing2 (hack….rajin amat)…acaranya gW ga tau persis (lupa…) tapi ga tau kenapa setiap ulang taun….perayaan itu yang teringat…kue dibuat sendiri, anak-anak di kasih mie putih ma apa gitu…(lupa)…trus pulangnya anak2 di kasi kelereng (diambil dari kaleng kelereng abang gW) masing2 10 butir….hack….berkesan bagi gW, mungkin ga ama yang lain….ga tau knapa, ga mikirin dan ga peduli juga…mungkin amat berkesan karna saat itu gW di rumah cuma bedua, saat gW sedih ditinggal ama ortu dan saudara (dengan alasan waktu itu gW sakit, jadi ga bisa di bawa jalan jauh) gW yang pergi (gW lupa waktu itu kemana, yang jelas 1 minggu), kakak angkat gW buat suatu hadiah buat gW dengan buat acara tsbt yang akhirnya acara tersebut jadi satu kenangan yang setiap tanggal 2 juli…gW ingat dan feeling blue…hiks…ga tau kenapa…

—-

I’m Just ordinary boy who love his family so much….may GOD always bless my way to makes them proud of me…..

Fraktur

Editor : Harri Prawira Ezeddin, S.Ked. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

-

Definisi

—-Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan/atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh tekanan yang berlebihan. Trauma yang menyebabkan tulang patah dapat berupa trauma langsung dan trauma tidak langsung. Trauma langsung menyebabkan tekanan langsung pada tulang dan terjadi fraktur pada daerah tekanan. Trauma tidak langsung, apabila trauma dihantarkan ke daerah yang lebih jauh dari daerah fraktur, misalnya jatuh dengan tangan ekstensi dapat menyebabkan fraktur pada klavikula, pada keadaan ini biasanya jaringan lunak tetap utuh.

-

Klasifikasi fraktur

Fraktur dibedakan atas beberapa klasifikasi, antara lain:

1. Klasifikasi etiologis

  • Fraktur traumatik. Terjadi karena trauma yang tiba-tiba.
  • Fraktur patologis. Terjadi karena kelemahan tulang sebelumnya akibat kelainan patologis di dalam tulang.
  • Fraktur stres. Terjadi karena adanya trauma yang terus menerus pada suatu tempat tertentu.

2. Klasifikasi klinis

  • Fraktur tertutup (simple fracture). Suatu fraktur yang tidak mempunyai hubungan dengan dunia luar
  • Fraktur terbuka (compound fracture). Fraktur yang mempunyai hubungan dengan dunia luar melalui luka pada kulit dan jaringan lunak, dapat berbentuk from within (dari dalam) atau from without (dari luar)
  • Fraktur dengan komplikasi (compicated fracture). Fraktur yang disertai dengan komplikasi misalnya malunion, delayed union, infeksi tulang

3. Klasifikasi radiologis

Klasifikasi ini berdasarkan atas:

1. Lokalisasi

  • Difasial
  • Metafisial
  • Intra-artikuler
  • Fraktur dengan dislokasi

2. Konfigurasi

  • Fraktur transversal
  • Fraktur oblik
  • Fraktur spiral
  • Fraktur Z
  • Fraktur segmental
  • Fraktur kominutif, fraktur lebih dari dua fragmen
  • Fraktur baji, biasanya pada vertebra karena trauma kompresi
  • Fraktur avulsi, fragmen kecil tertarik oleh otot atau tendo, misalnya fraktur epikondilus humeri, fraktur trokanter mayor, fraktur patela
  • Fraktur depresi, karena trauma langsung, misalnya pada tulang tengkorak
  • Fraktur impaks
  • Fraktur pecah (burst), dimana terjadi fragmen kecil yang berpisah, misalnya pada fraktur vertebra, patela, talus, kalkaneus
  • Fraktur epifisis

3. Menurut ekstensi

  • Fraktur total
  • Fraktur tidak total (fraktur crack)
  • Fraktur buckie atau torus
  • Fraktur garis rambut
  • Fraktur green stick

4. Menurut hubungan antara fragmen dengan fragmen lainnya

  • Tidak bergeser (undisplaced)
  • Bergeser (displaced)

-

-

Bergeser dapat terjadi dalam 6 cara:

a. Bersampingan

b. Angulasi

c. Rotasi

d. Distraksi

e. Over-riding

f. Impaksi Baca entri selengkapnya »

Osteoporosis

Editor  : M. Irwan, S.Ked. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. RSUD Arifin Arifin Achmad Pekanbaru.

-

BAB I

PENDAHULUAN

-

1.1 latar belakang

—-Osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai oleh penurunan densitas massa tulang dan perburukan mikroarsitektur tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

—-Dengan meningkatnya usia harapan hidup, maka berbagai penyakit degeneratif dan metabolik, termasuk osteoporosis akan menjadi permasalahan muskuloskletal yang memerlukan perhatian khusus, terutama di negara-negara berkembang.

—-Sejak dicanangkannya Bone Joint Decade (BJD) 2000-2010 osteoporosis menjadi penting, karena selain termasuk dalam 5 besar masalah kelainan muskuloskletal yang harus ditangani, juga kasusnya semakin meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah usia tua.

—-Pada umumnya pengobatan osteoporosis dibagi menjadi 2 bagian yaitu untuk menghambat hilangnya massa tulang dan disbut pencegahan primer dan untuk meningkatkan massa tulang yang disebut pencegahan sekunder.

—-Permasalahan terapi osteoporosis adalah kompleks dan erat hubungannya dengan cakupan penderita yang rendah akibat mahalnya biaya deteksi dini, pemeriksaan lanjutan dan obat-obatan untuk penyakit osteoporosis. Selain itu obat-obatan yang ada pun masih belum ada yang ideal karena masalah efikasi dan toleransi yang ditimbulkan oleh obat-obatan tersebut.

-

1.2 Tujuan penelitian

—-Tujuan penulisan tinjauan pustaka ini adalah :

  1. Untuk memahami defenisi, epidemiologi, etiologi, faktor resiko, klasifikasi, patogenesis, gambaran klinis, diagnosa dan penatalaksanaan osteoporosis.
  2. Meningkatkan kemampuan dalam penulisan ilmiah di bidang kedokteran

-

1.3 Batasan masalah

—-Referat ini membahas defenisi, epidemiologi, etiologi, patogenesis, gambaran klinis, diagnosa dan penatalaksanaan osteoporosis.

-

-

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

-

2.1    Definisi

—-Osteoporosis adalah penyakit metabolisme tulang yang cirinya adalah pengurangan massa tulang dan kemunduran mikroarsitektur tulang sehingga meningkatkan risiko fraktur oleh karena fragilitas tulang meningkat.

- Baca entri selengkapnya »

Penatalaksanaan Demam Reumatik

Editor : M. Irwan, S.Ked. Hendra Asputra, S.Ked. Yance Warman, S.Ked. T. Meidini Fitrani, S.Ked. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. RSUD Arifin Achmad Pekanbaru

BAB I

Pendahuluan

-

Demam reumatik adalah sindrom klinis sebagai akibat infeksi Streptokokus hemolitik grup A, dengan salah satu gejala mayor yaitu, poliartritis migrans akut, karditis, korea minor, nodul subkutan dan eritema marginatum 1,2,3,4.

Demam reumatik biasanya terjadi akibat infeksi beta-streptokokus hemoliticus grup A pada saluran pernafasan bagian atas.1,2

Mekanisme patogenesis yang menimbulkan perkembangan demam rematik akut belum diketahui secara pasti namun ada dua teori dasar yang berupaya menjelaskan perkembangan sekuele faringitis streptokokusus grup A ini, yakni pengaruh toksis yang dihasilkan oleh toksin ekstra seluler streptococcus grupa A pada organ sasaran seperti miokardium, katup, sinovium dan otak, dan kelainan respon imun oleh hospes manusia.4,5

Perjalanan klinis demam reumatik dapat dibagi dalam 4 stadium. Stadium I berupa infeksi saluran nafas bagian atas oleh kuman streptokokus B hemolitikus grup A. Umumnya keluhan berupa demam, batuk, rasa sakit waktu menelan, muntah, dan bahkan pada anak kecil dapat terjadi diare. Pada pemeriksaan fisik sering didapatkan eksudat di tonsil yang menyertai tanda-tanda peradangan lainnya. Kelenjar getah bening submandibular seringkali membesar. Stadium II disebut juga periode laten, yaitu masa antara infeksi streptokokus dengan permulaan gejala demam reumatik, biasanya periode ini berlangsung 1-3 minggu. Stadium III adalah fase akut demam reumatik, saat timbulnya berbagai manifestasi klinis demam reumatik. Manifestasi klinis tersebut dapat digolongkan dalam gejala peradangan umum dan manifestasi spesifik demam reumatik. Gejala peradangan umum biasanya penderita mengalami demam yang tidak tinggi, anoreksia, lekas tersinggung dan berat badan tampak menurun, anak pucat karena anemia, athralgia, sakit perut. Pada pemeriksaan laboratorium akan didapatkan tanda-tanda reaksi peradangan akut berupa terdapatnya C reaktiv protein dan leukositosis serta meningginya laju endap darah. Titer ASTO meninggi pada kira-kira 80% kasus. Pada pemeriksaan EKG dapat dijumpai pemanjangan interval PR. Sebagian gejala-gejala peradangan umum dikelompokkan sebagai gejala minor. Manifestasi spesifik berupa karditis, poliartritis migrans, korea, eritema marginatum, nodul subkutan dikelompokkan sebagai gejala mayor4,5,6

Pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis demam reumatik dengan biakan tenggorok, ASTO, DNAase B dan uji AH, LED faktor rheumathoid, uji adanya antibodi anti nuklear, dan penentuan kadar komplemen, gamma globulin serum, elektrokardiogram dan rontgenogram dada.5

Kriteria diagnosis demam reumatik akut (DRA) berdasarkan Kriteria Jones (revisi 1992), ditegakkan bila ditemukan 2 kriteria mayor atau 1 kriteria mayor ditambah 2 kriteria minor, ditambah dengan bukti infeksi streptokokus grup A tenggorok positif dan peningkatan titer antibodi Streptokokus 2,3,4,5,6,7,8,9

Jantung merupakan satu-satunya organ yang dapat menderita kelainan permanen akibat demam rematik. Sebagian penderita demam reumatik akut dengan valvulitis dapat melewati stadium III dan sembuh tanpa gejala sisa katup, sebagian lagi akan tenang dengan meninggalkan gejala sisa katup, dengan atau tanpa kardiomegali atau gagal jantung 3,4.

Kriteria derajat penyakit demam reumatik ini terbagi 4 yakni, derajat 1 dengan artritis atau korea tanpa karditis. Derajat 2 dengan karditis tanpa kardiomegali. Derajat 3 dengan karditis disertai gagal jantung. Derajat 4 dengan karditis yang disertai gagal jantung. 7

Kelainan katup yang paling sering ditemukan adalah katub mitral, kira-kira 3 kali lebih banyak dari pada katub aorta. Komplikasi yang dapat timbul antara lain insufisiensi Mitral, stenosis mitral dan insufisiensi aorta.3.,4,6

Baca entri selengkapnya »